Tesla, meski belum hadir secara resmi di Indonesia, telah memiliki basis penggemar kuat berkat reputasi globalnya.
Sementara Xpeng masih butuh waktu dan pembuktian untuk menanamkan kepercayaan publik, apalagi dengan statusnya sebagai pendatang baru di pasar lokal yang kompetitif.
Harga menarik, tapi efek CBU bisa jadi bumerang
Dengan harga Rp599 juta, Xpeng G6 tergolong salah satu mobil listrik CBU paling terjangkau di kelasnya.
Namun, status CBU tanpa insentif PPN dari pemerintah bisa membuatnya kalah pamor dari mobil-mobil listrik rakitan lokal yang lebih ramah pajak dan terjangkau.
Ke depannya, jika Xpeng tidak menjajaki opsi lokalisasi perakitan (CKD) atau kerja sama dengan pabrik di dalam negeri, maka harga jual bisa jadi batu sandungan dalam membangun volume penjualan jangka panjang.
Pasar menanti pembuktian
Xpeng G6 datang dengan klaim berani. Namun, pasar Indonesia bukan hanya soal teknologi, melainkan juga ekosistem, layanan purnajual, dan kepercayaan konsumen.
Janji-janji manis akan diuji di jalan-jalan sempit perkotaan dan di tengah antrian panjang SPKLU.
Apakah Xpeng G6 akan menjadi game-changer baru atau hanya lewat sebagai sensasi sesaat? Konsumen akan jadi hakim sesungguhnya.***
Artikel Terkait
Jangan takut mudik bawa mobil listrik, ada 500 unit lebih stasiun pengisian listrik sepanjang Tol Trans Jawa
AS-China sepakat tak lakukan pemisahan ekonomi total, redakan gejolak pasar global imbas kenaikan tarif impor
Preman berkedok ormas, pedagang Pasar Induk Kramat Jati setoran Rp1 juta setiap bulan
Demi rumah tak dibongkar, Atalarik Syach nyaris serahkan BPKB mobil hingga bayar Rp200 juta! ada apa?
Tertangkap basah curi motor di Pasar Cipeundeuy, dua pelaku diringkus polisi
Ramai dugaan pelat nomor mobil penabrak mahasiswa UGM diganti, polisi: Ada motif mengaburkan barang bukti
Mobil tak kunjung selesai diperbaiki, pengguna Ioniq 5 kritik Hyundai: Promosi gencar tapi after-sales mengecewakan