Bupati Subang dukung program e-Vita, targetkan tekan pengangguran lewat pelatihan SDM

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 19 April 2025 | 01:43 WIB
Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita BR dukung penuh pelatihan kendaraan listrik yang digagas LAK Galuh Pakuan melalui program e-Vita, Jumat 18 April 2025 (Dok. Istimewa)
Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita BR dukung penuh pelatihan kendaraan listrik yang digagas LAK Galuh Pakuan melalui program e-Vita, Jumat 18 April 2025 (Dok. Istimewa)

 

GENMILENIAL.ID – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita BR, mendukung penuh pelatihan kendaraan listrik yang digagas Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan melalui program e-Vita.

Hal itu disampaikan saat menghadiri seminar bertema Academic, Business, Government, Community and Media (ABGCM): Unit Pengembangan Sumber Daya Manusia di Subang di Aula Pemda Subang, Jumat, 18 April 2025.

Dalam sambutannya, Kang Rey sapaan akrab Bupati Subang mengapresiasi langkah kolaboratif dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal yang selaras dengan kebutuhan industri kendaraan listrik dan energi terbarukan.

Baca Juga: Seminar Galuh Pakuan soroti energi terbarukan, siapkan SDM Subang hadapi industri kendaraan listrik

“Saya sangat mengapresiasi hadirnya program ini. Ini simbol komitmen kita dalam mempersiapkan SDM Kabupaten Subang agar siap menghadapi kebutuhan industri masa depan,” ujarnya.

Ia menyebut bahwa Subang tengah berada dalam fase transisi dari daerah berbasis pertanian menuju kawasan industri modern yang berkelanjutan.

Oleh karena itu, penguatan SDM menjadi kunci agar masyarakat Subang dapat berperan aktif, bukan sekadar menjadi penonton.

Kang Rey juga mengungkapkan bahwa Pemkab Subang telah menerima draft kebutuhan tenaga kerja dari calon investor seperti pabrik BYD.

Baca Juga: Galuh Pakuan dorong penguatan SDM lokal hadapi perubahan peradaban

Menurutnya, program pelatihan yang digagas Galuh Pakuan menjadi solusi strategis dalam mencetak SDM berkualitas.

Lebih lanjut, Kang Rey menyatakan tengah menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membentuk sekolah-sekolah dengan kurikulum khusus berbasis industri.

Kurikulum tersebut akan diselaraskan dengan pendekatan ABGM yang melibatkan akademisi, pelaku usaha, pemerintah, dan media.

“Dengan kolaborasi ini, saya yakin kita bisa menghasilkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan kawasan industri,” tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X