Seminar Galuh Pakuan soroti energi terbarukan, siapkan SDM Subang hadapi industri kendaraan listrik

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 19 April 2025 | 01:26 WIB
Dihadiri Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita BR, LAK Galuh Pakuan bersama LinkHub gelar seminar ABGCM di Aula Pemda Subang, Jumat 18 April 2025 (Dok. Istimewa)
Dihadiri Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita BR, LAK Galuh Pakuan bersama LinkHub gelar seminar ABGCM di Aula Pemda Subang, Jumat 18 April 2025 (Dok. Istimewa)

 

GENMILENIAL.ID – Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan melalui Linkhub kembali menggelar seminar bertajuk 'Academic, Business, Government, Community dan Media (ABGCM), Unit Pengembangan Sumber Daya Manusia di Subang', Jumat, 18 April 2025, di Aula Pemda Subang.

Kegiatan ini menjadi ajang diskusi strategis untuk mendorong kesiapan SDM lokal menghadapi peradaban baru, khususnya di sektor kendaraan listrik dan energi terbarukan.

Seminar menghadirkan sejumlah narasumber dari lintas sektor, di antaranya Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Beijing Yudil Chatim, Kaprodi Energi Terbarukan FTUPI Dr. Bambang Trisno.

Baca Juga: Galuh Pakuan dorong penguatan SDM lokal hadapi perubahan peradaban

Kemudian Kaprodi Teknik Otomotif FTUPI Dr. Ridwan Adam Noor, dan penggagas Electric Vehicle Training Academy, Dewi Kandiati Paramesty Tine Yowargana.

Dalam paparannya, Dr. Bambang Trisno menyebut kendaraan listrik sebagai lompatan teknologi yang membutuhkan kesiapan pelatihan dan SDM.

Menurutnya, teknologi ini akan berkembang luas dan mencakup berbagai bidang seperti robotik dan otomasi.

Sementara itu, Dr. Ridwan Adam menegaskan kendaraan listrik merupakan bagian dari fase penyempurnaan transportasi modern dan langkah konkret dalam pengurangan emisi karbon.

Baca Juga: Pesan Erick Thohir usai Garuda Muda tak berdaya lawan Korut di perempat final Piala Asia U-17 2025: Jangan hukum mereka

Dewi Kandiati Paramesty, yang akrab disapa Tingting, menyampaikan bahwa Electric Vehicle Training Academy lahir sebagai respons atas rencana kehadiran industri BYD di Subang.

Ia menyatakan program pelatihan ini bertujuan menyiapkan tenaga kerja terampil di bidang kendaraan listrik.

“Kami akan seleksi siswa terbaik untuk ikut dalam pelatihan perdana pada Mei 2025. Ini proyek percontohan agar SDM Subang bisa langsung masuk ke industri,” ujarnya.

Yudil Chatim dari KBRI Beijing menambahkan bahwa jalur pendidikan seperti SMK, Politeknik, dan Universitas perlu diperkuat untuk menyambut investasi dari negara-negara mitra, seperti Tiongkok, Hongkong, dan Singapura.

Baca Juga: Kata Coach Nova Arianto usai Garuda Muda U-17 dibantai Korut, soroti skor telak yang pupuskan harapan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X