Galuh Pakuan dorong penguatan SDM lokal hadapi perubahan peradaban

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 19 April 2025 | 01:10 WIB
Seminar ABGCM yang digelar LAK Galuh Pakuan dan LinkHub Indonesia di Aula Pemkab Subang, Jumat 18 April 2025 (Dok. Istimewa)
Seminar ABGCM yang digelar LAK Galuh Pakuan dan LinkHub Indonesia di Aula Pemkab Subang, Jumat 18 April 2025 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan kembali menunjukkan peran aktifnya dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Subang.

Lewat kerja sama dengan Linkhub Indonesia, organisasi berbasis adat ini menggelar seminar bertajuk 'Academic, Business, Government, Community and Media (ABGCM): Unit Pengembangan SDM Subang', yang dilaksanakan di Aula Pemkab Subang, Jumat 18 April 2025.

Seminar ini bertujuan membangun kesadaran kolektif lintas sektor dalam menghadapi tantangan era baru, khususnya di tengah perkembangan industri kendaraan listrik dan energi terbarukan.

Baca Juga: Pesan Erick Thohir usai Garuda Muda tak berdaya lawan Korut di perempat final Piala Asia U-17 2025: Jangan hukum mereka

Subang yang kini masuk dalam peta kawasan strategis nasional dinilai membutuhkan kesiapan serius dari sisi SDM lokal.

Rahyang Mandalajati Evi Silviadi SB, yang dikenal sebagai Raja Galuh Pakuan, menegaskan pentingnya masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton dalam arus besar industrialisasi.

Ia mengingatkan bahwa perubahan peradaban harus disikapi dengan langkah konkret dalam menyiapkan kompetensi, terutama bagi generasi muda.

"Subang tengah berada di tengah pusaran perubahan besar. Kalau kita tidak bersiap dari sekarang, kita hanya akan jadi penonton di tanah sendiri,” ujarnya dalam forum tersebut.

Baca Juga: Kata Coach Nova Arianto usai Garuda Muda U-17 dibantai Korut, soroti skor telak yang pupuskan harapan

Konsep sinergi ABGM yang dibawa LAK Galuh Pakuan juga diperkenalkan sebagai model kolaboratif antar-pilar pendidikan, dunia usaha, pemerintahan, dan media.

Harapannya, gerakan ini mampu menjembatani program pembangunan dengan kebutuhan riil masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai elemen, termasuk akademisi, pelaku usaha, pejabat daerah, dan pegiat media.

Diskusi berlangsung dinamis dan membuka peluang tindak lanjut kolaborasi konkret dalam pembentukan unit-unit pengembangan SDM berbasis komunitas dan budaya lokal.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X