Sebelum ditemukan Mentan, ternyata Mendag sudah pernah tutup satu pabrik Minyakita

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 11 Maret 2025 | 08:13 WIB
Kasus kecurangan Minyakita ternyata tidak hanya terjadi sekali (Instagram.com/mitraabadi.grosir)
Kasus kecurangan Minyakita ternyata tidak hanya terjadi sekali (Instagram.com/mitraabadi.grosir)

1. Tidak memiliki izin edar BPOM untuk Minyakita.
2. Tidak memiliki izin untuk melakukan aktivitas pengemasan.
3. Memalsukan surat rekomendasi izin edar dari Kemendag.
4. Menggunakan minyak goreng non-DMO untuk produksi Minyakita.
5. Mengemas Minyakita dengan volume kurang dari 1 liter.

Baca Juga: Belum selesai urusan Pertamina, KPK temukan dugaan korupsi PLN dan kerugiannya mencapai triliunan

Dalam penyegelan tersebut, Kemendag memasang garis tertib niaga pada 7.800 botol Minyakita dan 275 kardus minyak kemasan kantong ukuran 1 liter.

Menurut Budi, pelanggaran ini menjadi salah satu penyebab harga Minyakita tidak turun di pasaran.

"Kami temukan ada penyimpangan yang tidak sesuai aturan. Ini salah satu penyebab kenapa harga Minyakita tidak turun," ujar Budi pada 24 Januari 2025 lalu.

Jika terbukti bersalah, perusahaan tersebut dapat dikenakan sanksi mulai dari pencabutan izin usaha hingga hukuman pidana sesuai UU Perdagangan dan UU Perlindungan Konsumen.

Baca Juga: Sambil menunggu pengangkatan Oktober 2025, BKN ungkap bakal ada pembekalan untuk CPNS 2024 dan PPPK 2024

Kasus ini juga menarik perhatian masyarakat setelah seorang pengguna TikTok mengunggah video Minyakita yang hanya berisi 750 ml meskipun dikemas sebagai 1 liter.

Budi mengklaim bahwa saat ini Minyakita yang dijual di pasaran sudah sesuai standar.

"Yang lainnya normal, satu liter normal," ujarnya.

Namun, dengan temuan baru dari Menteri Amran, publik masih mempertanyakan apakah benar pelanggaran ini sudah tidak terjadi lagi.

Pemerintah diharapkan terus melakukan sidak untuk memastikan bahwa Minyakita yang beredar sesuai dengan regulasi dan tidak merugikan masyarakat.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X