“Mahasiswi tersebut memiliki IPK 3,8 dan merupakan penerima beasiswa KIP-K,” terang Agus.
Kejadian ini menambah catatan penting mengenai pentingnya dukungan psikososial dan sistem pemantauan kesehatan mental mahasiswa, terutama di masa-masa akhir perkuliahan yang kerap menimbulkan tekanan besar.***