kampus

Merajut keragaman dalam sastra, UKWMS Kampus Madiun gelar 'Tadarus Puisi dan Pameran Puisi Eksperimental'

Jumat, 14 Maret 2025 | 18:49 WIB
Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Kampus Madiun gelar Tadarus Puisi dan Pameran Puisi Eksperimental di UKWMS Kampus Kota Madiun pada Kamis, 13 Maret 2025

GENMILENIAL.ID - Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Kampus Madiun sukses menggelar acara bertajuk Tadarus Puisi dan Pameran Puisi Eksperimental di Studio Bahasa (R.34) UKWMS Kampus Kota Madiun pada Kamis, 13 Maret 2025.

Acara yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB ini menghadirkan nuansa sastra yang kental dengan pesan toleransi dan kemanusiaan.

Di bawah bimbingan Dr. Ardi Wina Saputra, acara ini menjadi wadah bagi mahasiswa dalam mengeksplorasi kreativitas mereka melalui eksperimen visual berbasis diksi-diksi puitik yang kemudian dibacakan secara langsung.

Turut hadir dalam acara ini tamu undangan dari komunitas Gusdurian Madiun, yang dikoordinatori oleh Haris Saputra, serta sastrawan Madiun, Fileski Walidha Tanjung.

Baca Juga: Suara generasi muda dalam mitigasi risiko lingkungan: Kolaborasi lintas agama untuk masa depan berkelanjutan

Kehadiran mereka semakin memperkaya diskusi sastra dan refleksi nilai-nilai kemanusiaan yang diusung dalam acara ini.

Tak hanya mahasiswa, para dosen UKWMS Kampus Madiun juga turut berpartisipasi dengan membacakan puisi mereka, diantaranya Dr. Gregoria Ariyanti (Wakil Dekan FKIP UKWMS Madiun dari Prodi Matematika), Arielia Yustisiana (Wakil Kepala Penjaminan Mutu UKWMS), dan Wenny Wijayanti (Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia).

Dr. Ardi Wina Saputra sendiri membacakan puisi bertema Ramadan berjudul Malam Lebaran karya Sitor Situmorang.

Menurut Dr. Ardi Wina Saputra, ide awal acara ini muncul dari keinginan Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia UKWMS Kampus Madiun untuk mengangkat isu toleransi dan kemanusiaan melalui sastra, khususnya puisi.

Baca Juga: Ada foto baru Kim Soo-hyun dan Kim Sae-ron yang dibocorkan ke publik, benarkah keluarga mendiang punya 200 foto lainnya selama masa pacaran?

“Kami mengundang komunitas Gusdurian Madiun karena kami percaya bahwa semangat dan nilai-nilai kemanusiaan perlu disebarkan. Salah satunya melalui medium puisi, yang dapat merajut keragaman dan merangkum kesetaraan,” ungkapnya.

Fileski Walidha Tanjung turut memberikan apresiasinya terhadap acara ini.

“Ini adalah ruang kreatif yang sangat baik bagi mahasiswa untuk berproses dan mengekspresikan gagasan mereka. Puisi bukan hanya sekadar rangkaian kata, tetapi juga media refleksi dan penyampai pesan kemanusiaan," kata Fileski Walidha Tanjung.

"Saya berharap acara semacam ini bisa terus berlanjut dan menjadi tradisi sastra yang memperkaya ekosistem kepenulisan di Madiun,” tambahnya.

Halaman:

Tags

Terkini