GENMILENIAL.ID - Kadet mahasiswa Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknologi Pertahanan (FSTP) Universitas Pertahanan RI melakukan kunjungan ke PT Dahana pada Jumat, 12 Juli 2024.
Bertempat di Kampus Dahana, Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka studi ekskursi.
Selanjutnya, rombongan para mahasiswa pun diterima oleh Manajer Pelayanan Human Capital dan Ketenagakerjaan PT Dahana, Cecep Ahmad Fauzi didampingi Asisten Manajer Riset dan Inovasi Produk Militer Akhryan Eka Putra.
“Selamat datang di PT Dahana, sebagaimana telah disampaikan sebelumnya, kami berada di Subang, salah satu perusahaan anggota Holding DEFEND ID,” kata Cecep dalam sambutanya dihadapan para mahasiswa teknik FSTP, Jumat 12 Juli 2024.
Baca Juga: ESAI : Peran guru, sudahkah menjadi guru yang dirindukan?
Ia pun menjelaskan bahwa PT Dahana merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang bahan berenergi tinggi yang melayani sektor komersial seperti pertambangan, kuari, kontruksi, migas dan sektor pertahanan.
Kemudian dalam sektor militer, PT Dahana juga telah mengembangkan dan memproduksi berbagai kebutuhan bahan peledak dari Tentara Nasional Indonesia.
Bahan-bahan tersebut diantaranya seperti Bomb P Series yang diaplikasikan pada pesawat Sukhoi milik TNI AU, berbagai jenis Roket Pertahanan hingga Senjata Lawan Tank.
PT Dahana tidak hanya dikenal sebagai perusahaan dengan fasilitas bahan berenergi tinggi terlengkap di kawasan Asia Tenggara, tapi juga sering menjadi tempat bertemunya para akademisi, peneliti, ahli, praktisi dan profesional lainya pada bidang bahan peledak dengan adanya sebutan nama Kampus Dahana.
“Kami senang diberikan kepercayaan dijadikan sebagai tempat belajar bagi mahasiswa FSTP UNHAN. Kami berharap teman-teman dapat mengambil ilmu pada kunjungan ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Brigjen TNI Heri Abriyadi selaku Wakil Dekan Bid. Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Sains dan Teknologi Pertahanan Unhan berharap, kunjungan kadet mahasiswa Teknik Mesin ke PT Dahana tersebut menjadi pengalaman berharga untuk para kadet dalam mempelajari industri pertahanan di tanah air.
“Saya meminta kepada para kadet apa yang disampaikan itu dipahami, seperti tadi disampaikan bahwa Dahana adalah objek vital artinya kita harus mengikuti aturan, tanya yang belum dipahami dan catat yang sudah dipahami,” kata Heri.
“Dahana industri pertahanan kita, Sebagai kadet bela negara, kita harus menjadi garda pertahanan Indonesia, oleh sebab itu jangan sia-siakan waktunya,” tambahnya.
Artikel Terkait
Kunjungi PT Dahana, mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta belajar bahan peledak dan sejarah PT Dahana
Refleksikan kegelisahan perempuan, Mahasiswa GMNI gelar aksi pembagian mawar, teaterikal dan musikalisasi puisi
Maraknya kasus kekerasan seksual terhadap perempuan di Subang, puluhan aktivis dan mahasiswa turun ke jalan
Akibat kasus penganiayaan, STIP Jakarta tak buka penerimaan mahasiswa baru 2024
Pilkada Subang, Beni Rudiono sebut ormas PS netral, saat ini fokus di kesekretariatan dan rencana buat rumah singgah gratis bagi pelajar dan mahasiswa
Kunjungi PT Dahana, Mahasiswa STIESA Subang belajar pengelolaan rantai pasok dan CSR
8 Tips menghasilkan uang dari internet, cocok untuk karyawan dan mahasiswa