Saat ini, Bank Sampah Karya Bakti Sejahtera telah memiliki sekitar 150 nasabah yang rutin menyetorkan sampah.
Baca Juga: Lebaran pertama tanpa Lula Lahfah, curhatan Bu Tatu: Kehilangan separuh jiwa
Terinspirasi sosok KDM
Di balik langkahnya membangun bank sampah, Tita mengaku terinspirasi dari sosok Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang dinilainya memiliki perhatian besar terhadap isu lingkungan.
“Waktu itu kita melihat siapa calon gubernur yang akan menang, kita menyorot Kang Dedi yang pasti bakal menang. Kang Dedi ini konsen ke isu lingkungan, dari situ kita buat bank sampah,” tuturnya.
Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi gerakan bersama, tidak hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga melibatkan masyarakat secara langsung.
Baca Juga: Sempat jadi tahanan rumah, Yaqut kembali ke rutan KPK, ini alasan pencabutannya
Dari keresahan jadi gerakan
Ide mendirikan bank sampah bermula dari keresahan Tita saat melihat tumpukan sampah di kawasan Pasar Terminal Subang.
Sejak akhir Januari 2025, ia bersama suami mulai merintis pengelolaan sampah dari skala kecil, dimulai dari sampah organik seperti eceng gondok yang diolah menjadi kompos.
Seiring waktu, kegiatan tersebut berkembang dengan melibatkan warga sekitar hingga akhirnya mampu mengelola sampah organik dan nonorganik.
Kini, aktivitas bank sampah yang dikelolanya tidak hanya membantu mengurangi sampah, tetapi juga membuka ruang interaksi sosial dan edukasi lingkungan bagi masyarakat.
Baca Juga: Status tahanan rumah eks Menag Yaqut disorot, KPK sebut bersifat sementara
Harapan untuk Subang yang lebih bersih
Tita berharap ke depan semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah.