humaniora

Mahfud MD soroti Polri yang 'dibedah habis' publik: Bahaya jika tak viral, tak ada tindakan

Rabu, 4 Februari 2026 | 19:49 WIB
Menyoroti penuturan eks Menko Polhukam, Mahfud MD terkait kasus penjual es gabus hingga skandal suami bela istri sempat berujung tersangka (Instagram.com/@mohmahfudmd)

GENMILENIAL.ID — Sejumlah kasus hukum yang viral belakangan ini kembali memantik sorotan publik terhadap kinerja dan pola penegakan hukum di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Salah satunya adalah kasus penjual es gabus bernama Sudrajat, yang sempat dituduh menggunakan bahan spons pada dagangannya oleh oknum aparat, sebelum akhirnya tuduhan itu terbukti tidak benar dan berujung permintaan maaf.

Kasus tersebut menjadi perbincangan luas lantaran melibatkan oknum Polri dan TNI yang dinilai terlalu cepat menyimpulkan tanpa pembuktian memadai.

Baca Juga: Jalan amblas dan harapan Ramadan anak-anak Desa Uyem Beriring Gayo Lues usai banjir dan longsor

Sorotan publik pun kian menguat karena kasus itu baru mendapat penyelesaian setelah viral di media sosial.

Mahfud MD: Polri sedang dibedah habis masyarakat

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menilai, rentetan kasus serupa menunjukkan bahwa Polri saat ini berada dalam sorotan serius masyarakat.

“Dalam situasi seperti ini, Polri sedang dibedah habis oleh masyarakat,” kata Mahfud, dikutip dari kanal YouTube Mahfud MD Official, Rabu, 4 Februari 2026.

Menurut Mahfud, kritik publik tersebut bukan tanpa alasan, melainkan akumulasi dari berbagai peristiwa hukum yang dinilai tidak adil dan cenderung merugikan warga kecil.

Baca Juga: DLH Bekasi pastikan cacahan di TPS liar merupakan uang rupiah asli, asal-usul masih ditelusuri

Kasus suami bela istri berujung tersangka

Selain kasus penjual es gabus, Mahfud juga menyoroti kasus Hogi Minaya, seorang suami asal Sleman yang sempat ditetapkan sebagai tersangka setelah membela istrinya dari aksi penjambretan.

Dalam insiden tersebut, dua pelaku penjambretan dilaporkan meninggal dunia.

Penetapan status tersangka terhadap Hogi menuai kritik luas dan menyeret perhatian publik kepada Kapolres Sleman saat itu, Edy Setyanto, yang dinilai keliru dalam mengambil keputusan hukum.

Halaman:

Tags

Terkini