Akibat tidak terdaftar di Dapodik, Indah mengaku kerap tertinggal informasi penting, termasuk seleksi PPPK, hingga dibayangi risiko dirumahkan. Untuk bertahan hidup, ia bahkan harus bekerja sambilan.
“Pulang mengajar jadi antar jemput laundry, Pak,” tuturnya.
Fenomena ini kembali menegaskan bahwa isu kesejahteraan guru honorer masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah, terutama dalam menjamin keadilan dan kelayakan hidup bagi para pendidik yang berperan penting mencerdaskan generasi bangsa.***