“Kami menyusun konsep akselerasi pemulihan pertanian dengan potensi 75–90 ton gabah untuk Desa Sukajadi, Aceh Tamiang,” jelasnya.
Baca Juga: Langkah strategis Kang Rey perkuat daya saing industri Subang lewat akses tol
Ia menegaskan bahwa sektor pertanian bukan hanya soal pangan, tetapi menyangkut keberlangsungan hidup masyarakat Aceh secara luas.
“Ini harus menjadi perhatian bersama, karena pertanian adalah jantung utama kehidupan masyarakat Aceh,” tegas Virdian.
Petani cerita gagal panen saat bencana datang
Dalam salah satu cuplikan video, Virdian juga mewawancarai petani setempat yang mengaku gagal panen karena banjir datang tepat saat masa panen tiba.
“Kebetulan mau panen, tiba-tiba kena bencana, jadi gagal panen,” ungkap seorang petani Desa Sukajadi.
Baca Juga: Viral konser wali di Malaysia berhenti mendadak, Faank ajak penonton nyanyi ‘Yank’ tanpa musik
Ia menambahkan, hampir seluruh lahan pertanian terendam, sehingga petani kesulitan mencari sumber penghasilan baru dalam waktu singkat.
Menanggapi hal tersebut, Virdian menyoroti potensi lonjakan harga bibit dan beras di masa mendatang jika pemulihan pertanian tidak segera dilakukan.
“Kalau ini dibiarkan, bisa dipastikan harga bibit dan beras ke depan mahal, karena mayoritas petani kesulitan memulai lagi,” katanya.
Mahasiswa pertanian dorong intervensi kebijakan
Virdian juga berdiskusi dengan seorang mahasiswa pertanian bernama Ridho, yang terlibat langsung dalam penyusunan konsep pemulihan.
Baca Juga: Hasil drawing AFF 2026 dinilai ringan, Timnas Indonesia dituntut akhiri puasa gelar 30 tahun
Ridho menekankan pentingnya intervensi kebijakan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan pascabencana.