GENMILENIAL.ID — Pascabencana banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang pada akhir November 2025 lalu, persoalan pemulihan pertanian menjadi isu krusial bagi keberlangsungan hidup warga.
Hal ini disoroti influencer sekaligus relawan kemanusiaan, Virdian Aurellio, saat meninjau langsung kondisi Desa Sukajadi, Aceh Tamiang.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @virdian_aurellio, Rabu, 14 Januari 2026, Virdian mengungkap bahwa desa tersebut sebelumnya mengalami gagal panen akibat terjangan banjir bandang.
Baca Juga: ICW soroti pengadaan MBG, pembelian sendok bebek 2025 disebut habiskan Rp4 miliar
Padahal, sekitar 80 persen penduduk Desa Sukajadi menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
Desa Sukajadi belum tersentuh bantuan benih dan pupuk
Dalam keterangannya, Virdian menjelaskan bahwa hingga pertengahan Januari 2026, pendataan petani terdampak baru dilakukan oleh aparatur desa dan pemerintah setempat.
Akibatnya, warga belum mendapatkan akses bantuan benih maupun pupuk untuk memulai kembali masa tanam.
“Kita lagi di Desa Sukajadi. Kita ingin membantu prototyping program pemulihan pertanian. Mereka baru didata, jadi belum mendapat akses bantuan benih atau pupuk,” ujar Virdian.
Baca Juga: Ratusan miliar untuk seragam hingga alat makan MBG, ICW soroti tata kelola Badan Gizi Nasional
Kondisi tersebut membuat pemulihan ekonomi warga berjalan lambat, mengingat pertanian menjadi sumber utama penghidupan masyarakat setempat.
Targetkan potensi 75 ton gabah untuk pemulihan ekonomi
Virdian bersama relawan dan kelompok tani setempat kemudian menyusun konsep akselerasi pemulihan pertanian dengan target produksi gabah mencapai 75 hingga 90 ton.
Program ini diharapkan mampu menjadi titik balik ekonomi warga pascabencana.