Relawan gunakan kayu sebagai jembatan darurat
Di tengah kondisi tersebut, relawan tak menyerah. Demi memastikan bantuan sampai ke tangan warga, salah seorang relawan terlihat meniti kayu gelondongan yang melintang, menjadikannya jembatan kecil darurat untuk menyalurkan sembako.
Baca Juga: Warga Aceh Timur terpaksa sewa beko Rp600 ribu per jam untuk bersihkan lumpur sisa banjir bandang
Aksi sederhana namun penuh risiko itu mencerminkan dedikasi relawan yang berupaya menembus keterbatasan demi membantu sesama.
Kayu-kayu yang semula menjadi penghalang, justru dimanfaatkan sebagai jalan sementara agar bantuan tetap tersalurkan.
Momen tersebut pun menuai simpati warganet dan menjadi potret nyata beratnya perjuangan di lapangan pascabanjir bandang.
Update korban banjir bandang dan longsor di Aceh
Berdasarkan data Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di penghujung November 2025 berdampak pada 18 kabupaten/kota dengan total 202 kecamatan.
Hingga 3 Januari 2026, jumlah korban meninggal dunia tercatat 542 orang, sementara 31 orang masih dinyatakan hilang. Jumlah warga terdampak mencapai sekitar 2,5 juta jiwa.
Sebanyak 231.302 jiwa saat ini masih mengungsi di 1.008 titik pengungsian yang tersebar di berbagai wilayah Aceh.
Meski demikian, jumlah pengungsi dilaporkan mulai menurun karena sebagian warga memilih kembali ke rumah atau mengungsi ke rumah kerabat yang tidak terdampak.
Di tengah proses pemulihan yang masih panjang, kisah relawan meniti kayu gelondongan menjadi simbol ketangguhan dan solidaritas kemanusiaan di tengah bencana.***