humaniora

Bukan sekadar simbol, toleransi lintas agama di Dusun Thekelan hidup sebagai tradisi turun-temurun

Jumat, 26 Desember 2025 | 20:35 WIB
Warga Dusun Thekelan, Kabupaten Semarang yang viral karena toleransinya saat Natal 2025 (Instagram/azmi_zami)

Baca Juga: Sebulan berlalu, warga Aceh Tamiang ceritakan detik-detik 18 orang bertahan di atap rumah saat banjir datang

Tak hanya Natal, semua hari raya dirayakan bersama

Hal serupa juga diperkuat oleh komentar warganet yang mengaku mengetahui langsung kehidupan sosial di Dusun Thekelan.

Salah satunya akun @dims_aps yang menyebut kegiatan menyambut hari besar agama lain merupakan rutinitas warga setempat.

“Buat yang belum tahu, kegiatan menyambut warga yang sedang merayakan hari raya merupakan kegiatan rutin di sana,” tulisnya.

Ia menambahkan, tradisi saling menyambut dan memberi ucapan juga dilakukan saat perayaan Waisak maupun Idul Fitri.

Baca Juga: Sebulan pascabanjir, akses Syiah Utama Bener Meriah masih terputus, jembatan darurat berbahaya untuk logistik

Menurutnya, warga setempat tidak mengenal istilah toleransi berlebihan, karena kebersamaan telah menjadi nilai bersama.

“Tidak hanya momen Natal saja, tapi juga Waisak dan Idul Fitri. Bagi kami, ini adalah wujud nyata Bhinneka Tunggal Ika,” lanjutnya.

Viral dan tuai apresiasi publik

Unggahan video tersebut telah ditonton lebih dari 1,4 juta kali, disukai lebih dari 149 ribu pengguna, dan dibanjiri lebih dari 7 ribu komentar positif dari warganet.

Sejumlah komentar menyoroti ketulusan warga dalam menjaga harmoni sosial.

Baca Juga: Tembok gudang supermarket di Cirebon diduga jebol diterjang banjir, warga berlarian ambil barang yang hanyut

“Semua berdandan rapi, mereka tahu bagaimana menghargai tuan rumah ataupun tamunya,” tulis akun @s.p****.

Komentar lain menyebut, “Toleransi itu bukan mengikuti, tapi menghargai dan menerima perbedaan,” tulis akun @rzk****.

Halaman:

Tags

Terkini