GENMILENIAL.ID — Upaya pencegahan paham radikalisme dan terorisme di Kabupaten Subang terus diperkuat melalui penguatan toleransi dan kerukunan beragama.
Polres Subang bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Barat menggelar kegiatan bertema Kerukunan Beragama dan Toleransi sebagai strategi membangun ketahanan sosial masyarakat dari tingkat desa.
Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Ekonomi Desa Lembur Cigarukgak, Desa Sidajaya, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang, Sabtu, 13 Desember 2025, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai. Acara berjalan aman, tertib, dan penuh kebersamaan.
Polres Subang dorong pencegahan terorisme berbasis masyarakat
Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono menegaskan bahwa pencegahan terorisme tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, melainkan harus dibangun dengan pendekatan humanis dan partisipasi aktif masyarakat.
“Polres Subang siap mendukung penuh program pencegahan terorisme melalui pendekatan humanis, edukatif, dan kolaboratif bersama seluruh elemen masyarakat,” tegas AKBP Dony Eko Wicaksono.
Menurutnya, penguatan toleransi dan kerukunan beragama menjadi benteng utama untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif.
BNPT: Ancaman terorisme masih ada, polanya berubah
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI, Eddy Hartono, Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi, unsur Forkopimda Kabupaten Subang, pejabat utama Polres Subang, Kapolsek Pagaden, serta personel Polres Subang.
Dalam sambutan dan sosialisasinya, Eddy Hartono menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian penting dari upaya negara menjaga stabilitas nasional dan ketahanan ideologi bangsa.
“Meski dalam beberapa tahun terakhir tidak terjadi aksi terorisme secara terbuka, potensi ancaman masih ada melalui propaganda dan rekrutmen daring, terutama yang menyasar generasi muda,” ujar Eddy Hartono.
Artikel Terkait
2 Narapida terorisme gelar ikrar setia kepada NKRI di Lapas 2A Subang
Waspadai paham radikalisme masuk BUMN, BNPT gelar sosialisasi pencegahan paham radikalisme dan terorisme bagi karyawan PT Dahana
Indonesia nihil terorisme sejak 2023, Kapolri: 8.000 eks Jamaah Islamiyah kembali ke pangkuan NKRI
PPATK bongkar indikasi pendanaan terorisme lewat NIK penerima bansos, lebih dari 100 nama masuk radar
Soal ledakan di SMAN 72 Jakarta, Wamenko Polkam Lodewijk: Jangan langsung kaitkan dengan terorisme
Polisi ungkap hasil penyelidikan ledakan SMAN 72 Jakarta: Pelaku bertindak mandiri, tak terhubung jaringan terorisme
Polri bongkar 110 anak terekrut jaringan terorisme: Rekrutmen lewat game online dan medsos kian masif