Tak hanya Natal, semua hari raya dirayakan bersama
Hal serupa juga diperkuat oleh komentar warganet yang mengaku mengetahui langsung kehidupan sosial di Dusun Thekelan.
Salah satunya akun @dims_aps yang menyebut kegiatan menyambut hari besar agama lain merupakan rutinitas warga setempat.
“Buat yang belum tahu, kegiatan menyambut warga yang sedang merayakan hari raya merupakan kegiatan rutin di sana,” tulisnya.
Ia menambahkan, tradisi saling menyambut dan memberi ucapan juga dilakukan saat perayaan Waisak maupun Idul Fitri.
Menurutnya, warga setempat tidak mengenal istilah toleransi berlebihan, karena kebersamaan telah menjadi nilai bersama.
“Tidak hanya momen Natal saja, tapi juga Waisak dan Idul Fitri. Bagi kami, ini adalah wujud nyata Bhinneka Tunggal Ika,” lanjutnya.
Viral dan tuai apresiasi publik
Unggahan video tersebut telah ditonton lebih dari 1,4 juta kali, disukai lebih dari 149 ribu pengguna, dan dibanjiri lebih dari 7 ribu komentar positif dari warganet.
Sejumlah komentar menyoroti ketulusan warga dalam menjaga harmoni sosial.
“Semua berdandan rapi, mereka tahu bagaimana menghargai tuan rumah ataupun tamunya,” tulis akun @s.p****.
Komentar lain menyebut, “Toleransi itu bukan mengikuti, tapi menghargai dan menerima perbedaan,” tulis akun @rzk****.
Artikel Terkait
Prabowo sebut Indonesia dan Mesir miliki kesamaan memandang Islam moderat: Junjung tinggi toleransi dan perdamaian
Perwira TNI AL dikeroyok di Terminal Arjosari, TNI tegaskan tak akan toleransi premanisme
Menaker: OTT Noel jadi pukulan berat, tak ada toleransi untuk korupsi
Polres Subang perkuat benteng toleransi, cegah radikalisme dari desa
Kapolres Subang dampingi Gubernur Jabar, pengamanan ibadah Natal 2025 dipastikan aman dan kondusif
Libur Natal berlangsung, IFG optimalkan perlindungan masyarakat sambut tahun baru 2026
Kebahagiaan Natal 2025, Santa Claus hibur anak-anak pengungsi di Tapanuli Tengah