“Kalau ada suami ada tempat untuk buang pikiran,” lanjutnya.
Baca Juga: Di tengah banjir Aceh Tamiang, kisah ayah selamatkan kucing peliharaan ini bikin haru warganet
Unggahan curahan hati tuai dukungan warganet
Curahan hati warga Aceh Tamiang tersebut menyentuh hati warganet.
Banyak pengguna media sosial yang memberikan dukungan moral dan doa agar para penyintas diberi kekuatan.
“Ibu, peluk jauh. Semoga Allah kuatkan kalian,” tulis akun @yat********.
“Sedikit yang dikatakan si ibu, tapi sakitnya sampai kemari. Kuat-kuat ya ibu, badai pasti berlalu,” tulis akun @kurn******.
Baca Juga: Libur Natal berlangsung, IFG optimalkan perlindungan masyarakat sambut tahun baru 2026
Respons warganet menunjukkan bahwa persoalan mental penyintas bencana mulai mendapat perhatian lebih luas, tidak hanya dari relawan di lapangan tetapi juga masyarakat umum.
Trauma healing jadi fokus pemulihan
Upaya pemulihan kesehatan mental penyintas banjir dan tanah longsor terus dilakukan.
Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menyatakan fokus pada pemulihan trauma, khususnya bagi kelompok rentan.
Menteri PPPA Arifah Fauzi menyampaikan bahwa program trauma healing dilakukan langsung di posko pengungsian wilayah terdampak.
Baca Juga: Kapolres Subang dampingi Gubernur Jabar, pengamanan ibadah Natal 2025 dipastikan aman dan kondusif
Program ini menyasar anak-anak, perempuan, serta keluarga penyintas agar mampu bangkit secara psikologis.