KDM juga menyoroti pentingnya pendekatan rehabilitatif bagi siswa yang merokok atau berperilaku menyimpang.
Menurutnya, dana bagi hasil pajak rokok dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk membiayai program rehabilitasi siswa.
“Anak-anak yang merokok harus direhab, bukan digaplok. Semakin digaplok, makin nambah merokoknya,” tegasnya.
Baca Juga: Banyak anak SD alami gangguan penglihatan, PKK Subang gerak cepat bagikan 1.000 kacamata
Guru minta maaf dan akui kesalahan
Sementara itu, Rana Saputra, guru IPS yang menjadi sorotan publik, mengaku menyesal dan berjanji mengubah metode pendisiplinan.
“Saya akui memukul siswa, tapi niat saya bukan mencederai. Ini pelajaran berharga,” ujarnya.
Ia berkomitmen mengikuti arahan KDM agar sanksi diberikan dengan cara lebih mendidik.
“Ke depan cukup kerja sosial, bersihkan toilet, betulkan bangku, atau cat kelas. Anak tetap disiplin tanpa disakiti,” tambahnya.***