Itu adalah pengakuan, bahwa di negeri ini, meja sering kali dibuat panjang bukan untuk berbagi ruang, tapi untuk menjauhkan mereka yang lapar dari makanan yang sebenarnya ada.
Baca Juga: Tembak polisi dan terlibat judi, Kopda Bazarsah dituntut hukuman mati oleh jaksa militer
Dan aku sadar, meja itu bukan milik kami. Belum.
Tapi aku percaya, suatu hari nanti, entah lewat suara, tulisan, atau sekadar sebutir nasi—kami akan duduk di sana. Bukan sekadar menghidang, tapi makan. Dengan martabat utuh di sisi piring.
S. Sigit Prasojo, lahir di Ponorogo, 25 Juli 2001. Aktif di Himpunan Penulis Mahasiswa STKIP PGRI Ponorogo dan menjabat sebagai Wakil Ketua HMPS Pendidikan Bahasa Jawa. Pernah menjadi Juri Cipta Puisi FLS3N 2025 Ia juga telah meraih banyak kejuaraan kepenulisan tingkat nasional dan tergabung dalam komunitas sastra seperti Partey Penulis Puisi dan Aksara Malaysia. Karya-karyanya pernah dimuat di beberapa media online di Indonesia.