Ketika B-2 lewat, salah satu lampu Natal putus. Sang teknisi hanya mendesah, "Ah, listriknya lagi."
Baca Juga: Trump umumkan Israel setujui gencatan senjata 60 hari, desak Hamas terima kesepakatan
Trump terbahak-bahak. "Hahaha! See, Benny? They were sleeping! They didn't see us! Total victory!"
Benny Netanyahu mengernyitkan dahi. "Tapi... ini... ini seperti lelucon. Apakah ini propaganda Iran, Vladimir?"
Putin hanya mengangkat bahu. "Fakta, Tuan Netanyahu. Fakta yang saya saring melalui lensa kejujuran humor Rusia."
Tiba-tiba, dari sebuah lubang besar di tanah, muncul kepala yang berjanggut putih lebat.
Itu adalah Ayatollah Ali Khamenei, dengan ekspresi wajah yang tampak... sangat tidak terganggu.
Baca Juga: Bobby Nasution siap diperiksa KPK terkait skandal korupsi proyek jalan Rp231 miliar di Sumut
Ia memegang sebuah remote control kecil dan menunjuk ke arah puing-puing.
"Ah, kalian sudah datang!" sapa Khamenei dengan suara tenang, seolah mereka tamu yang sudah ditunggu.
"Bagaimana 'pertunjukan' semalam? Kami harap kalian terhibur."
Trump, yang merasa sedikit tersinggung, menunjuk ke arah kawah. "Terhibur? Kami menghancurkan fasilitas nuklir Anda! Anda tidak membalas! Kami tak terlihat!"
Khamenei terkekeh pelan. Ia menekan tombol di remote control-nya.
Baca Juga: SBY kritik dunia yang dikuasai ego dan ambisi, serukan aksi nyata hadapi krisis iklim
Tiba-tiba, dari balik reruntuhan, muncul sebuah papan tulis raksasa. Di atasnya, tertulis dengan kapur: