"Sialan, lagi-lagi Haifa!" teriak Jenderal Moshe, membanting cangkir kopinya. Bip, bip, bip! Monitor di ruang kendali Zionis Defense Force (ZDF) berkedip-kedip merah.
"Ini bukan lagi ‘perang bayangan’, ini sudah mirip episode Tom and Jerry versi Timur Tengah, tapi dengan ledakan beneran!"
Di layar raksasa, tampak jejak asap dari rudal balasan Iran yang entah bagaimana berhasil menembus sistem pertahanan Iron Dome yang konon tak tertembus itu.
"Komandan," lapor seorang teknisi muda dengan wajah pucat pasi, "salah satu rudal mereka... uh... menghantam toko shawarma Pak Sulaiman."
Baca Juga: PT Dahana turun tangan bantu korban pergerakan tanah di Purwakarta, perkuat sinergi BUMN dan BPBD
Moshe melotot. "Shawarma? Bukan fasilitas nuklir? Atau pusat komando?"
"Tidak, Komandan. Tapi, uh, dindingnya retak, dan bau daging panggangnya... lumayan menyengat."
Di Teheran, Imam Besar Ayatollah Khamenei, yang biasanya khusyuk, kini sedang menahan tawa.
"Lihatlah, Jenderal Salami!" katanya sambil menunjuk monitor yang menampilkan berita utama 'Haifa Diserang, Toko Shawarma Rusak Ringan'.
"Strategi 'Serangan Bau' kita berhasil! Mereka pasti bingung kenapa kita menargetkan makanan!"
Jenderal Salami, dengan kumis lebatnya yang khas, mengangguk bangga. "Betul, Yang Mulia. Ini jauh lebih hemat biaya daripada meluncurkan rudal ke instalasi militer.
Cukup dengan rudal berisi bumbu dan sedikit sentuhan AI untuk membuat rudal itu menargetkan restoran terpopuler.