Bupati Subang kawal nasib 800 pedagang terdampak relokasi Ciater: Ada uang duduk, jangan ada yang tersisih

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Rabu, 18 Juni 2025 | 21:42 WIB
Bupati Subang Reynaldy Putra Andita BR (paling kanan) saat menghadiri rapat strategis bersama Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi dan kepala daerah lain di Gedung Bale Sri Baduga, Purwakarta, Rabu, 18 Juni 2025 (Dok. Istimewa)
Bupati Subang Reynaldy Putra Andita BR (paling kanan) saat menghadiri rapat strategis bersama Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi dan kepala daerah lain di Gedung Bale Sri Baduga, Purwakarta, Rabu, 18 Juni 2025 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID – Pemerintah Kabupaten Subang memastikan tak akan lepas tangan terhadap nasib ratusan pedagang kecil yang terdampak penataan kawasan Ciater.

Hal ini ditegaskan langsung oleh Bupati Subang Reynaldy Putra Andita BR saat menghadiri rapat strategis bersama Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi dan kepala daerah lain di Gedung Bale Sri Baduga, Purwakarta, Rabu, 18 Juni 2025.

Dalam pertemuan itu, Kang Rey sapaan akrab Bupati menyampaikan bahwa Pemkab Subang telah mendata 800 pedagang yang selama ini beraktivitas di jalur PTPN dari Tambakan hingga Ciater, dan kini harus direlokasi akibat program penataan.

“Kami paham ini bukan hal mudah bagi mereka. Karena itu, kami siapkan lokasi pengganti yang lebih layak dan uang duduk selama dua bulan sebagai bentuk tanggung jawab,” ujar Kang Rey.

Baca Juga: Polisi ajak siswa SMAN 1 Cisalak jadi agen anti-narkoba: Lawan dari sekolah, jaga masa depan bangsa

Ia menekankan bahwa penataan kawasan bukan berarti mengabaikan kehidupan ekonomi warga kecil. Menurutnya, pembangunan harus manusiawi dan berpihak pada rakyat yang terdampak.

“Tolong sabar, prosesnya sedang berjalan. Ini bukan hanya soal Subang. Tapi saya pastikan, perhatian Pak Gubernur terhadap Ciater sangat besar, dan kami di daerah akan terus mengawal agar tidak ada yang tersisih,” ungkap Kang Rey.

Relokasi ini merupakan bagian dari program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menata lahan-lahan yang selama ini berada di bawah pengelolaan PTPN.

Tujuannya, selain untuk penataan kawasan wisata dan infrastruktur, juga agar tidak terjadi pelanggaran tata ruang yang berdampak pada lingkungan maupun kelangsungan usaha warga.

Baca Juga: Dekatkan diri lewat layanan kesehatan, Polsek Subang ajak warga cek kesehatan gratis di Mako

Dalam forum lintas kabupaten/kota se-Jawa Barat itu, Kang Rey juga menyuarakan pentingnya menjaga keseimbangan antara zona industri dan lahan hijau. Ia menolak gagasan bahwa pesatnya pertumbuhan industri harus mengorbankan kelestarian.

“Subang punya banyak zona industri, tapi jangan sampai lahan hijau jadi korban. Kita akan petakan, mana yang benar-benar bisa untuk industri dan mana yang harus dijaga,” tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut hadir pula para kepala daerah dari Purwakarta, Karawang, Bogor, Bekasi, Sukabumi, Cianjur, Bandung Barat, dan Kota Bekasi.

Kang Rey tampak didampingi oleh jajaran kepala dinas teknis Pemkab Subang, termasuk dari DPMPTSP, PUPR, Satpol PP, Lingkungan Hidup, hingga Pertanian.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X