Baca Juga: Nestapa warga di Makassar imbas kelangkaan BBM: Antre dari sore sampai subuh, sulit mendapatkannya
Ribuan pelajar bersaing, hanya 200 yang lolos
Perjalanan Akbar untuk sampai ke Parlemen Remaja DPR RI juga harus melewati persaingan yang ketat. Program tersebut diikuti ribuan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.
Dari total 6.975 pendaftar, hanya 200 pelajar yang dinyatakan lolos sebagai peserta Parlemen Remaja DPR RI.
Dari Jawa Timur, sebanyak 29 pelajar berhasil terpilih. Sementara dari wilayah Dapil II, hanya dua peserta yang dinyatakan lolos. Salah satunya adalah Shovi Akbar Maulana dari MAN 1 Pasuruan.
Capaian tersebut sekaligus membuat Akbar menjadi satu-satunya pelajar asal Kabupaten Pasuruan yang berhasil membawa nama daerahnya dalam program Parlemen Remaja DPR RI.
Baca Juga: Gempa magnitudo 5,9 guncang Kepulauan Seribu pagi tadi, ini analisis BMKG soal potensi tsunami
Perjuangan ibu jadi bagian dari prestasi akbar
Bagi keluarga Akbar, keberhasilan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar prestasi seorang pelajar.
Pencapaian itu menjadi bagian dari perjalanan keluarga yang terus bertahan setelah kehilangan sosok ayah.
Di tengah kondisi tersebut, Nuriyati tetap berusaha agar pendidikan anak-anaknya tidak terhenti.
Kerja serabutan yang dijalaninya menjadi bagian dari perjuangan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus memberikan kesempatan kepada anak-anaknya untuk terus belajar.
Baca Juga: Rp1,2 miliar digelontorkan untuk jalan Sukasari-Cisampih, Kang Rey: Bukti pembangunan berkelanjutan
Nuriyati pun berharap pengalaman Akbar di Parlemen Remaja DPR RI tidak membuat anaknya cepat puas.
Ia ingin Akbar menjadikan kesempatan tersebut sebagai bekal untuk terus berkembang dan menghadapi masa depan.
Artikel Terkait
Kisah inspiratif: Anak sekolah di Papua datangi guru untuk berbagi buah-sayur, wujud balas budi dalam kesederhanaan
Momen haru warga Sumbar siapkan 5 ton rendang buat korban gempa NTT: Dulu kami dibantu, kini giliran kita
Tertimbun reruntuhan gempa NTT, nenek 84 tahun ditemukan selamat meski tak makan-minum selama 4 hari
Saatnya kita yang bergerak, bantu mitra jurnalis Promedia korban gempa NTT
Ki Maher lihat keraton sebagai pertahanan budaya dan penggerak ekonomi kerakyatan
Lewat seni dan budaya, FKUB Subang perkuat kerukunan lintas agama
Cerita perjuangan Asdar, siswa di pedalaman Nias yang sebrangi sungai 4 kali saat menuju sekolah