Ia menilai gerakan pilah sampah menjadi langkah konkret dalam membangun karakter peduli lingkungan di kalangan siswa.
Baca Juga: Viral kontroversi LCC 4 pilar MPR RI Kalbar, SMAN 1 Pontianak tuntut klarifikasi penilaian juri
“Ini langkah positif untuk membangun kepedulian siswa terhadap lingkungan. Kami ingin siswa terbiasa memilah sampah sesuai jenisnya sejak di sekolah,” ungkapnya.
Selain meningkatkan kesadaran lingkungan, program ini juga memberikan nilai edukatif tambahan bagi siswa terkait pengelolaan sampah yang lebih bijak dan produktif.
Dorong ekosistem sekolah peduli lingkungan
Melalui kolaborasi ini, Bank Sampah KBS berharap dapat menciptakan ekosistem sekolah yang bersih, tertib, dan berkelanjutan.
Gerakan pilah sampah di sekolah diharapkan menjadi contoh nyata pengelolaan sampah berbasis edukasi di Kabupaten Subang.
Baca Juga: Haul Sultan Maulana Yusuf jadi momentum hidupkan kembali jejak kejayaan Banten
Langkah konsisten ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam menekan volume sampah sekaligus membuka peluang pemanfaatan sampah sebagai sumber ekonomi.
Dengan semakin luasnya jangkauan edukasi yang dilakukan, Bank Sampah KBS optimistis budaya sadar lingkungan dapat tumbuh dan mengakar di tengah masyarakat, dimulai dari lingkungan sekolah.***
Artikel Terkait
Produksi sampah Subang tinggi, Ateng Sutisna dorong pengelolaan dimulai dari rumah tangga
Evi Nur’Afiah soroti penanganan sampah di Subang, DPRD siap dorong fasilitas pengelolaan di tingkat RW
Dari keresahan sampah Pasar Terminal, guru di Subang ini dirikan bank sampah dengan 150 nasabah
Sosok Tita Andriani: Bank Sampah jadi solusi sampah di Subang, terinspirasi kepedulian KDM
Sekolah di Subang ini lawan sampah dari hulu, bank sampah dan maggot jadi andalan
Evi Nur’Afiah dorong UMKM dan bank sampah di Dapil 1, solusi ekonomi dan sampah Subang
Edukasi sampah di sekolah menguat, SMA Negeri 3 Subang kolaborasi dengan Bank Sampah KBS