Soal kasus teror air keras ke Andrie Yunus, Rocky Gerung hingga Felix Siauw kecam aksi pelaku yang dinilai telah lampaui batas

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 14 Maret 2026 | 19:05 WIB
Sejumlah tokoh publik, Felix Siauw hingga Rocky Gerung menyoroti kasus teror terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus (Instagram.com/@felix.siauw - YouTube.com/Rocky Gerung Official)
Sejumlah tokoh publik, Felix Siauw hingga Rocky Gerung menyoroti kasus teror terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus (Instagram.com/@felix.siauw - YouTube.com/Rocky Gerung Official)

GENMILENIAL.ID – Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, terus menuai sorotan publik.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Salemba, Jakarta Pusat, pada Kamis, 12 Maret 2026 sekitar pukul 23.30 WIB.

Rekaman video yang memperlihatkan dugaan insiden teror tersebut juga beredar luas di media sosial.

Sejumlah kalangan menilai rekaman CCTV yang beredar menjadi gambaran tindakan kekerasan terhadap aktivis yang dikenal aktif menyuarakan isu Hak Asasi Manusia (HAM).

Baca Juga: Kronologi Kades Purwasaba diduga dikeroyok massa unjuk rasa, kacamata pecah hingga pakaian dinasnya robek

Kecaman terhadap pelaku pun bermunculan dari berbagai tokoh publik.

Felix Siauw kecam aksi kekerasan

Penceramah sekaligus influencer di bidang keagamaan, Felix Siauw, turut menyoroti insiden tersebut melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Sabtu, 14 Maret 2026.

Ia menyebut tindakan kekerasan terhadap aktivis seperti yang dialami Andrie Yunus tidak boleh dibiarkan.

“Kedzaliman itu bila dibiarkan, tinggal tunggu waktu kita yang jadi korbannya,” ujar Felix Siauw.

Baca Juga: Viral curhatan guru SD di Palembang soal lambatnya pembagian paket MBG, ungkap ada siswa yang pingsan akibat lama nunggu

Felix juga membandingkan peristiwa ini dengan kasus serupa yang pernah dialami mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan, pada 2017 lalu.

Menurutnya, terdapat pola ancaman terhadap pihak-pihak yang dinilai mengkritisi praktik korupsi maupun penyalahgunaan kekuasaan.

“Kemarin Novel Baswedan, sekarang Andrie Yunus, polanya sama, setiap yang membahayakan praktik KKN dan kedzaliman, semua diancam, diteror, dibungkam,” katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X