“Semoga makanan ini kuat untuk ibu nanti malah tahajud, ibu tilawatil Qur’an, dan yang memberi mendapat pahala,” ujar salah satu relawan yang membagikan makanan.
Menuai pujian dari warganet
Unggahan ini mendapat respon positif dari warganet.
Baca Juga: Tak punya SIM dan STNK, sopir Calya viral ugal-ugalan di Jakpus ngaku panik takut ditilang
“Mereka kesulitan tapi masih mikirin saudara yang lain,” tulis akun @aye******l
“Mereka yang butuh kepedulian tapi hati mereka tidak hilang rasa peduli pada sesama,” tulis akun @grac***********a
“Bahkan dalam keadaan susah pun mereka tidak serakah, masih memikirkan orang lain,” tulis akun @bel********a
Sikap sederhana warga Aceh ini menjadi inspirasi. Meski berada dalam keterbatasan, mereka tetap menunjukkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama, terutama di momen Ramadan yang sarat nilai sosial dan kemanusiaan.***
Artikel Terkait
Camp pengungsian Desa Delung Sekinel Aceh Tengah, warga bertahan pascabanjir bandang
Warga Aceh Timur jalani sahur Ramadan pertama di tenda pengungsian pascabanjir
3 Bulan pascabanjir Aceh Tamiang, warga Desa Sulum bertahan dengan air sungai keruh untuk mandi dan masak
Lubang raksasa di Aceh Tengah makin melebar, jalan alternatif warga ditutup total
Jembatan runtuh diterjang banjir, Luna Maya terenyuh lihat warga Aceh tetap bertahan
Cerita bocah Geudumbak Aceh Utara bertahan di pohon kelapa saat banjir 2025, sehari semalam tanpa makan
Beras nenek pengungsi di Aceh Tamiang hilang dicuri, warganet: Tak punya hati