Bedah karya 'Laungan di Atas Kanvas', lukisan dibaca sebagai cermin kesadaran batin

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 5 Februari 2026 | 15:19 WIB
Diskusi seni Laungan di Atas Kanvas membedah lukisan Hegemoni Tiran karya perupa Dwi Kartika Rahayu di Heyhouse Cafe, Kota Madiun, Rabu malam 4 Februari 2026 (Dok. Istimewa)
Diskusi seni Laungan di Atas Kanvas membedah lukisan Hegemoni Tiran karya perupa Dwi Kartika Rahayu di Heyhouse Cafe, Kota Madiun, Rabu malam 4 Februari 2026 (Dok. Istimewa)

Baca Juga: Mahfud MD soroti Polri yang 'dibedah habis' publik: Bahaya jika tak viral, tak ada tindakan

Secara visual, lukisan ini menggunakan teknik mix media di atas kanvas berukuran 60 x 100 sentimeter.

Tekstur bertumpuk dan gestur kasar dibaca sebagai metafora konflik batin manusia, menghadirkan kegelisahan alih-alih kenyamanan bagi penikmatnya.

Seni, stoisisme, dan pengendalian diri

Dalam diskusi, Fileski juga mengaitkan karya ini dengan filsafat Stoisisme.

Menurutnya, baik dalam kisah Qabil–Habil maupun Stoisisme, pengendalian diri menjadi inti kemanusiaan.

Baca Juga: Jalan amblas dan harapan Ramadan anak-anak Desa Uyem Beriring Gayo Lues usai banjir dan longsor

Qabil diposisikan sebagai contoh manusia yang gagal mengelola respons batinnya terhadap peristiwa eksternal, sehingga membiarkan amarah dan iri hati berkembang menjadi kekerasan.

Perspektif ini dinilai relevan dengan kondisi sosial kontemporer.

Puisi dan peluncuran komunitas Rusa Terbang

Acara semakin khidmat ketika Anindya Bella membacakan puisi yang terinspirasi dari tema dendam, kesunyian batin, dan pencarian kesadaran.

Pembacaan puisi tersebut memperkaya dialog lintas medium antara seni rupa dan sastra.

Baca Juga: DLH Bekasi pastikan cacahan di TPS liar merupakan uang rupiah asli, asal-usul masih ditelusuri

Selain bedah karya, malam itu juga menjadi momentum peluncuran komunitas seni Rusa Terbang, yang diperkenalkan sebagai ruang kolaborasi lintas disiplin seni di Kota Madiun.

Komunitas ini bertujuan membuka dialog kritis dan berkelanjutan dalam ekosistem seni lokal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X