“Untuk menuju desa terisolir ini, kami harus mengarungi sungai melawan arus selama kurang lebih satu jam,” ungkap Manda.
Baca Juga: LinkHub Cafe resmi dibuka di Subang, jadi ruang diskusi dan pengembangan SDM lokal
Tidak adanya akses jalan darat membuat warga benar-benar terisolasi.
Jembatan penghubung diketahui putus akibat banjir bandang, sehingga hingga kini transportasi darat belum bisa digunakan.
Berdasarkan informasi yang dibagikan, pembangunan jembatan baru mulai dilakukan pada 21 Januari 2026, namun belum diketahui kapan dapat rampung.
Dusun sarah raja porak-poranda diterjang anjir
Kondisi Dusun Sarah Raja pascabanjir juga tampak memprihatinkan. Endapan lumpur, kayu-kayu besar, dan sisa material banjir masih berserakan di sekitar pemukiman warga.
Baca Juga: Viral warga Bekasi ngadu ke KDM soal banjir harapan indah, developer diminta temui konsumen
Dalam keterangannya, Manda menyebutkan terdapat 41 kepala keluarga (KK) yang tinggal di dusun tersebut, termasuk tiga bayi yang baru lahir.
“Banyak yang ingin membantu, tapi terhalang akses. Saat kami datang, mereka sangat bahagia karena masih ada yang peduli,” tulisnya.
“Walaupun jumlahnya sedikit, mereka tetap manusia yang butuh makan dan pertolongan,” lanjutnya.
Untuk mencapai perkampungan warga, relawan bahkan masih harus berjalan kaki sejauh sekitar satu kilometer setelah perahu bersandar di tepi sungai.
Baca Juga: Jalan macet saat banjir, dokter bedah ini tetap berjuang ke RS demi operasi pasien
Aceh perpanjang masa tanggap darurat
Sementara itu, Pemerintah Aceh kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi untuk keempat kalinya.
Artikel Terkait
Lhok Pungki, Dusun di Aceh Utara yang kini berubah jadi sungai pascabanjir bandang
Togap MCI terjun langsung ke Aceh Tamiang, sebut lumpur capai 12 meter dan warga masih berjuang bangkit
Jalur terputus hingga lewati tali sling, perjuangan relawan tembus desa terisolir di Aceh Tengah
Hampir dua bulan pascabanjir, Aceh Tamiang kini berselimut debu dan terancam ISPA
55 Hari pascabanjir, rumah warga Pidie Jaya masih tertimbun lumpur: Sebulan lagi Ramadan
Meski jadi korban banjir, warga Pidie Jaya ini tetap masak di dapur umum: Kami iba kalau nggak ada yang masak
Cerita warga Meureudu Pidie Jaya saat banjir datang: Buka pintu, air langsung masuk