Tali kapal sudah dilepas, pelayaran di Kupang ditunda karena tangis anak cari bapaknya

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 13 Januari 2026 | 00:31 WIB
Menyoroti viralnya peristiwa tak terduga saat jadwal pelayaran kapal di Pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) (TikTok.com/@FanoReis)
Menyoroti viralnya peristiwa tak terduga saat jadwal pelayaran kapal di Pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) (TikTok.com/@FanoReis)

GENMILENIAL.ID — Sebuah video yang memperlihatkan momen haru di atas kapal penumpang di Pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), viral di media sosial dan menyentuh hati jutaan warganet.

Keberangkatan kapal yang seharusnya segera berlayar terpaksa ditunda lantaran seorang anak laki-laki menangis histeris mencari keberadaan bapaknya.

Video tersebut diunggah oleh akun TikTok @FanoReis pada Senin, 12 Januari 2026.

Dalam rekaman itu, tampak seorang anak berdiri gelisah di tengah penumpang kapal, dengan wajah panik dan suara bergetar memanggil-manggil sang ayah.

Baca Juga: Edukasi anak-anak korban bencana di Aceh, influencer Virdian Aurellio yakin kesadaran ekologis generasi muda mulai tumbuh

“Bapak, bapak, di mana kamu bapak,” ucap anak tersebut sambil terisak.

Minta kapal ditahan meski hendak berangkat

Situasi semakin mengharukan ketika anak itu mendatangi petugas kapal dan memohon agar keberangkatan ditunda.

Padahal, tali kapal sudah mulai dilepaskan dari dermaga dan proses pelayaran hampir dilakukan.

“Pak, tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya. Saya masih menunggu bapak,” pinta sang anak dengan suara menangis.

Baca Juga: Pansel umumkan hasil seleksi administrasi Dewan Pengawas Perumda Tirta Rangga Subang periode 2026–2031

Petugas kapal pun terlihat mencoba menenangkan anak tersebut sembari menjelaskan bahwa kapal akan segera berangkat.

Namun, tangisan anak itu justru membuat penumpang lain ikut terdiam dan memperhatikan situasi.

“Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,” ujar petugas dalam video.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X