Viral! Minimarket di Tapanuli Tengah dijarah warga, Kepala BNPB ungkap penyebab utamanya

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Minggu, 30 November 2025 | 13:33 WIB
Viral di media sosial aksi penjarahan minimarket di Tapanuli Tengah dan Sibolga (Instagram/sumutnusantara)
Viral di media sosial aksi penjarahan minimarket di Tapanuli Tengah dan Sibolga (Instagram/sumutnusantara)

GENMILENIAL.ID — Viral di media sosial video warga Tapanuli Tengah dan Sibolga diduga melakukan penjarahan di sebuah minimarket di tengah keterbatasan logistik pascabencana.

Salah satu video diunggah akun Instagram @sumutnusantara pada Sabtu, 29 November 2025, memperlihatkan warga merangsek masuk dan mengosongkan rak makanan.

Akun tersebut menuliskan bahwa akses jalan yang terputus membuat distribusi logistik belum normal, sehingga beberapa minimarket di Pandan dijarah akibat sulitnya kebutuhan pokok.

Fenomena serupa juga terjadi di Aceh Tamiang. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto membenarkan bahwa tim BNPB pun sempat dicegat warga yang mencoba mengambil logistik.

Baca Juga: IFG libatkan 400 mahasiswa bangun kesadaran ESG melalui edukasi keuangan berkelanjutan

Tim BNPB sempat dicegat dan direbut logistiknya

Kepala BNPB, Suharyanto, mengatakan bahwa kejadian tersebut dialami langsung oleh timnya ketika menyalurkan logistik ke wilayah Tapanuli Tengah.

“Memang berseliweran ya, bukan hanya di Aceh Tamiang. Tadi di Sumatera Utara, tepatnya di Tapanuli Tengah, saat kita mendistribusikan logistik ke Bandara Pinangsori, ada sekelompok masyarakat yang berusaha merebut logistik itu,” ujarnya dalam konferensi pers pada Jumat sore, 29 November 2025.

“Ya kami perintahkan untuk itu diberikan saja,” katanya.

BNPB: Aksi penjarahan terjadi karena desakan kebutuhan

Menurut Suharyanto, aksi warga tersebut bukan didasari niat buruk, melainkan kondisi darurat dan belum adanya bantuan yang mereka terima.

Baca Juga: Rocky Gerung soroti beban psikologis Prabowo di tahun pertama pemerintahan

“Tentu saja kita yakin dan percaya bukan niatnya jahat. Mereka takut, mungkin karena sudah beberapa jam atau bahkan ada yang belum makan selama satu atau dua hari sehingga terkesan begitu,” jelasnya.

Ia mengatakan warga kembali tenang setelah penjelasan bahwa logistik akan terus dikirimkan secara bertahap.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X