Cerita bocah Aceh Tamiang saat banjir datang menerjang rumahnya: Ini kayak tsunami sungai

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Minggu, 11 Januari 2026 | 17:39 WIB
Seorang anak di Aceh Tamiang ceritakan detik-detik banjir menghantam rumahnya (Instagram/jendral_koki)
Seorang anak di Aceh Tamiang ceritakan detik-detik banjir menghantam rumahnya (Instagram/jendral_koki)

GENMILENIAL.ID — Bencana hidrometeorologi yang menghantam tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025 lalu, masih menyisakan duka mendalam bagi warga terdampak.

Banjir bandang yang disertai tanah longsor tersebut tidak hanya merenggut ribuan korban jiwa, tetapi juga menghancurkan permukiman warga dan memaksa puluhan ribu orang mengungsi ke posko darurat maupun rumah sanak saudara.

Meski lebih dari sebulan telah berlalu, memori mencekam saat banjir datang dengan arus deras, bahkan membawa gelondongan kayu, masih membekas kuat di ingatan warga.

Baca Juga: Sebulan pascabanjir, Takengon Aceh Tengah masih dipenuhi batu dan longsoran, relawan: Aceh belum pulih

Salah satunya di Aceh Tamiang, di mana seorang bocah menceritakan langsung detik-detik banjir bandang menerjang rumahnya.

Hujan deras sebelum banjir datang

Kisah tersebut dibagikan oleh seorang influencer sekaligus relawan yang terlibat dalam aksi kemanusiaan bersama King Abdi di Aceh Tamiang.

Video pengakuan sang bocah diunggah melalui akun Instagram @jendral_koki pada Minggu, 11 Januari 2026.

Dalam video itu, sang bocah mengungkapkan bahwa hujan deras telah mengguyur wilayahnya sejak sehari sebelumnya. Awalnya, banjir hanya terjadi sementara dan cepat surut seperti biasa.

Baca Juga: Lebaran terancam tanpa ziarah, area makam Desa Pengidam Aceh Tamiang masih tertimbun kayu pascabanjir

“Awalnya di dekat kampung kami sana tuh cuma banjir karena hujan aja, langsung habis, langsung surut. Tapi ini nggak surut-surut karena hujan itu,” ucapnya.

Ia menyebut hujan terus turun hingga malam hari dan kondisi semakin mencekam saat terjadi longsor di sekitar permukiman.

“Malam ada longsor. Tiba-tiba mati lampu, terus ada pohon besar tumbang. Di malam itu hujannya udah tenang tapi masih deras,” lanjutnya.

Air meninggi dengan cepat

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X