“Penerangan seadanya,” imbuh warga tersebut dalam video.
Sorot lampu kendaraan menjadi satu-satunya penerang di tengah lumpur dan sisa material banjir.
Meski bekerja dalam kondisi terbatas, warga tetap kompak mengeruk lumpur, mengangkat sisa material, dan membersihkan badan jembatan secara bergantian.
Jembatan jadi urat nadi desa
Jembatan yang dibersihkan tersebut merupakan urat nadi penting bagi Desa Pematang Durian.
Putusnya akses jembatan membuat aktivitas warga terhambat, mulai dari distribusi bantuan, akses kesehatan, hingga kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, pembersihan jembatan menjadi prioritas utama agar desa tidak terus terisolasi.
Baca Juga: Momen anak-anak pengungsi Aceh ‘paksa’ relawan makan roti bareng: Kita makan bersama om
Warga berharap, dengan terbukanya kembali akses tersebut, bantuan logistik dapat masuk dengan lebih lancar.
Lelah tak menghapus semangat kebersamaan
Meski kelelahan terlihat di wajah mereka, suasana gotong royong tetap hangat.
Gelak tawa dan teriakan penyemangat sesekali terdengar di sela-sela kerja keras, berpadu dengan deru mesin mobil yang menerangi area kerja.
Aksi tersebut menjadi gambaran nyata kekuatan solidaritas warga desa dalam menghadapi bencana.
Baca Juga: Viral di Hari Ibu, polisi izinkan anak peluk ibunya yang sedang ditahan
Artikel Terkait
Gelondongan kayu raksasa terdampar di Aceh Tamiang usai banjir bandang, warganet heboh
Akhir penantian 14 hari: Wanita di Sibolga akhirnya temukan jasad orang tua tertimbun longsor
Kehilangan rumah akibat banjir, bocah pengungsi Aceh ini tak minta mainan: Aku mau ngaji
Kekuatan media sosial satukan ibu dan anak yang terpisah usai banjir Aceh
Viral kebaikan pengungsi Aceh, berbagi rambutan untuk relawan di tengah musibah
Viral air banjir Aceh Tamiang diduga bercampur solar, warga temukan lapisan minyak mengambang
Jalan kaki 9 jam demi sembako, kisah ibu di Tapanuli Tengah buka wajah buram distribusi bantuan bencana