Hingga kini, asal-usul cairan yang diduga solar tersebut masih belum dapat dipastikan.
Beberapa dugaan muncul di kalangan warga, mulai dari kemungkinan kebocoran tangki bahan bakar milik warga, terbawanya solar dari bengkel atau gudang yang terendam banjir, hingga aktivitas tertentu di wilayah hulu sungai.
Namun, tidak sedikit pula warganet yang mengingatkan bahwa dugaan tersebut masih perlu dibuktikan secara ilmiah.
Tanpa uji laboratorium, kandungan cairan dalam air banjir belum dapat dipastikan sebagai solar atau jenis minyak lainnya.
Belum ada pernyataan resmi pemerintah
Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah, dinas lingkungan hidup, maupun aparat terkait mengenai fenomena tersebut.
Baca Juga: Kehilangan rumah akibat banjir, bocah pengungsi Aceh ini tak minta mainan: Aku mau ngaji
Belum diketahui pula apakah genangan air itu aman bagi warga yang masih beraktivitas di sekitar lokasi banjir.
Kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat paparan bahan bakar minyak dapat berdampak pada kesehatan kulit, mencemari tanah, serta mengganggu ekosistem air jika dibiarkan tanpa penanganan.
Warga pun berharap pihak berwenang segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan langsung dan pengujian laboratorium, guna memastikan kandungan air banjir sekaligus mencegah risiko yang lebih besar di tengah situasi bencana yang belum sepenuhnya pulih.***
Artikel Terkait
Ferry Irwandi ungkap fakta lapangan pascabencana Sumatera, salurkan donasi Rp10 miliar untuk korban
Dua butir telur dibagi untuk 23 orang, kisah warga Aceh Tamiang bertahan hidup tiga hari pascabanjir
Gelondongan kayu raksasa terdampar di Aceh Tamiang usai banjir bandang, warganet heboh
Akhir penantian 14 hari: Wanita di Sibolga akhirnya temukan jasad orang tua tertimbun longsor
Kehilangan rumah akibat banjir, bocah pengungsi Aceh ini tak minta mainan: Aku mau ngaji
Kekuatan media sosial satukan ibu dan anak yang terpisah usai banjir Aceh
Viral kebaikan pengungsi Aceh, berbagi rambutan untuk relawan di tengah musibah