Inovasi ini tidak hanya berdampak ekonomi, tetapi juga mendukung ekonomi sirkular dan kesadaran lingkungan di kalangan pelajar madrasah.
Pemkab Subang dorong sinergi antara riset dan pembangunan daerah
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, menyatakan bahwa pemerintah daerah siap memperkuat dukungan terhadap riset dan inovasi lokal sebagai bagian dari strategi pembangunan.
“Inovasi seperti Sanatsu membuktikan bahwa anak Subang mampu bersaing dan berinovasi. Ini bukan hanya karya ilmiah, tapi bentuk kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” tegasnya.
Harapan jadi role model inovasi sekolah di Jawa Barat
Perwakilan panitia KIJB Provinsi Jawa Barat, Iin Raseptina, memberikan apresiasi tinggi kepada Kabupaten Subang.
Baca Juga: Sekda Subang soroti fungsi SAKIP sebagai ukuran akuntabilitas publik: Bukan sekadar laporan kinerja
Menurutnya, kategori sekolah di KIJB tahun ini baru dibuka, dan capaian MTsN 1 Subang menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lain.
“Ini pertama kalinya kategori sekolah masuk KIJB, dan Subang langsung menempati tiga besar. Prestasi luar biasa,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan peninjauan proses pembuatan Sabun Nanas Sanatsu oleh tim juri KIJB Jabar.
Pemerintah berharap inovasi unggulan Subang dapat terus berlanjut dan menjadi model pengembangan inovasi daerah di masa depan.***
Artikel Terkait
BP4D dorong perbaikan layanan dasar, Subang target naik peringkat SPM Jawa Barat
Subang dorong literasi jadi gaya hidup pelajar, Bunda Ega: Sekolah harus lahirkan penulis hebat
BP4D Subang dorong OPD hadirkan inovasi nyata lewat Subang Innovation Festival 2025
Dari Subang, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi bicara generasi gelisah dan pentingnya kembali ke jati diri bangsa
Guru Subang Hj. Siti Aminah raih dua penghargaan nasional sekaligus lewat buku 'Kau yang Istimewa'
Anggota DPRD Subang usulkan nama jalan Eyang Martayuda dan Bupati Danta Ganda Wikarma
Sekda Subang soroti fungsi SAKIP sebagai ukuran akuntabilitas publik: Bukan sekadar laporan kinerja