Angka stunting di Kecamatan Subang turun signifikan, camat sebut kuncinya kolaborasi semua pihak

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 16 Oktober 2025 | 19:07 WIB
Lokakarya Mini Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang digelar di Kantor Kecamatan Subang, Kamis 16 Oktober 2025
Lokakarya Mini Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang digelar di Kantor Kecamatan Subang, Kamis 16 Oktober 2025

Banyak warga dari luar daerah yang menetap dan bekerja di Subang, sehingga data prevalensi stunting turut terpengaruh.

“Banyak warga dari luar Kabupaten Subang datang untuk bekerja, dan setelah menetap enam bulan, mereka ikut terdata. Jadi pengaruhnya cukup besar,” jelasnya.

Baca Juga: Kluivert dipecat, Erick Thohir fokus bawa Timnas ke 100 besar dunia dan Piala Dunia 2030

Penurunan signifikan berdasarkan data

Kepala UPTD Dalduk dan PKK Kecamatan Subang, Meitawati Isteta, menyampaikan bahwa prevalensi stunting di Kecamatan Subang terus menurun dalam tiga tahun terakhir.

“Dari 2023 itu 3,4 persen, turun di 2024 menjadi 3,3 persen dan di 2025 menjadi 2,2 persen,” ungkap Meitawati.

Menurutnya, meski secara jumlah kasus Subang cukup tinggi karena populasi besar, namun secara persentase angka stunting relatif kecil dibanding kecamatan lain.

Ia menegaskan bahwa penurunan ini merupakan hasil kerja bersama antara Puskesmas, tenaga gizi, bidan, serta kader posyandu yang rutin melakukan pengukuran dan pendampingan sejak masa pranikah hingga ibu menyusui.

Baca Juga: Polres Subang tangkap 15 pelajar terlibat tawuran di Cibogo, satu korban luka tusuk serius

“Kita dampingi dari calon pengantin, sebelum hamil, saat hamil, hingga masa menyusui. Stunting itu proses panjang yang butuh kerja bersama,” jelasnya.

Kolaborasi jadi kunci

Melalui lokakarya ini, Kecamatan Subang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Pemerintah berharap pendekatan berbasis komunitas dan edukasi gizi berkelanjutan dapat menekan angka stunting lebih cepat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa stunting bisa dicegah kalau semua pihak bergerak bersama,” tutup Sumardi.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X