Panitia mencatat, sekitar 250 bus dari wilayah Jawa dan Sumatra membawa rombongan menuju Jakarta untuk ikut serta.
Banyak peserta membawa poster bertuliskan pesan kemerdekaan Palestina, seperti 'Selama kemerdekaan Palestina belum diberikan, selama itu Indonesia berdiri melawan penjajah Israhell.'
Mereka juga membawa bendera Palestina berukuran jumbo 6x4 meter, dikibarkan bersama di depan Kedubes AS.
Aksi damai ini dimulai sejak pukul 06.00 WIB dan berlangsung hingga siang hari tanpa insiden.
Aksi damai penuh pesan kemanusiaan
Berbeda dengan demonstrasi yang biasanya panas, aksi kali ini justru dipenuhi nuansa damai.
Peserta duduk di trotoar, mendengarkan orasi, dan menyanyikan lagu kemanusiaan sambil sesekali meneriakkan takbir.
“Selama rakyat Palestina belum merdeka, selama itu pula kita akan terus bersuara,” teriak seorang orator yang disambut pekikan “Allahuakbar!” dari ribuan peserta.
Pesan utama aksi ini jelas: mendesak dunia internasional menghentikan kekerasan di Gaza dan menegakkan keadilan bagi rakyat Palestina.
Gelombang solidaritas yang tak padam
Aksi bela Palestina kali ini menunjukkan bahwa dukungan masyarakat Indonesia terhadap perjuangan Palestina belum surut.
Baca Juga: Garuda terhenti di Ronde Keempat, Erick Thohir akui belum mampu wujudkan mimpi Piala Dunia
Dari ibu kota, gema solidaritas ini diharapkan terus menyebar ke berbagai daerah.
Artikel Terkait
Empat negara barat akui Palestina, Netanyahu murka: Tak akan ada negara Palestina di barat Yordan
Pengakuan Palestina oleh Inggris dan sekutunya picu ancaman aneksasi Israel, jadi harapan baru perdamaian
Drama mikrofon mati di sidang PBB: Dari Erdogan, Prabowo, hingga Carney, pesan pro Palestina tetap bergema
Pidato Prabowo di PBB: Dari luka penjajahan, Palestina merdeka, hingga janji swasembada pangan
Indonesia di PBB: Komitmen finansial untuk Palestina dan UNRWA tak bisa ditawar
Netanyahu singgung pidato pro Palestina Prabowo di PBB, walk out delegasi warnai sidang
5 Poin kritis proposal perdamaian Gaza ala Trump-Netanyahu, dari pemerintahan transisi hingga masa depan Palestina