Wartawan tak bisa hanya berpegang pada teks kode etik, melainkan perlu memaknai ulang semangatnya, integritas, transparansi, dan empati terhadap publik.
Etika jurnalistik bukanlah beban, tetapi bentuk kejujuran. Dalam setiap berita yang disajikan, wartawan sejatinya sedang menulis sejarah kecil bangsa.
Jika kebenaran menjadi fondasi, maka kepercayaan publik akan menjadi hasilnya. Dan di tengah dunia yang penuh kebisingan informasi, hanya media yang berpegang teguh pada etika yang akan tetap dipercaya.
Yaya Suryana, Jurnalis dan Alumni Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) Jakarta