esai

ESAI: Kartini dan perempuan hari ini: Refleksi dari masa lalu untuk masa depan

Senin, 21 April 2025 | 18:07 WIB
Yaya Suryana - Jurnalis

Refleksi kritis terhadap warisan pemikirannya harus menjadi bagian dari proses pendidikan, kebijakan publik, dan praktik sosial sehari-hari.

Semangat Kartini seharusnya menjadi inspirasi untuk membangun ruang-ruang baru yang lebih inklusif, demokratis, dan setara bagi perempuan di semua sektor kehidupan.

Baca Juga: Respons cepat Kapolres Subang redakan ketegangan: Audiensi bersama seniman dan komitmen penegakan etik anggota

Sebagai sosok pemikir, Kartini telah membuka jalan bagi wacana pembebasan perempuan melalui kekuatan literasi dan kesadaran.

Tugas generasi hari ini bukan hanya meneruskan semangat itu, tetapi juga memperluasnya dalam konteks zaman yang terus berubah—dengan tantangan yang semakin kompleks dan berlapis.

Maka, Hari Kartini adalah momentum bukan hanya untuk mengenang, tetapi juga meninjau kembali strategi-strategi kebudayaan dan kebijakan yang mampu menempatkan perempuan sebagai subjek aktif perubahan sosial.

Yaya Suryana, Jurnalis dan Alumni Universitas Indraprasta PGRI Jakarta

Halaman:

Tags

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB