esai

ESAI: Jurus melenyapkan jejak Chairil Anwar

Senin, 3 Maret 2025 | 15:29 WIB
Doddi Ahmad Fauji, Editor Penerbit Situseni dan Penasehat Komunitas Pengajar Penulis Jawa Barat

Sepulang Chairil, kamar disapu dan dipel oleh istri Sudarso. Namun istri Sudarso kaget, saat sapu masuk ke kolong ranjang, seperti merasakan ada benda-benda, padahal di kolong ranjang itu tidak ada apa-apa.

Baca Juga: Kondisi terkini kesehatan Paus Fransiskus setelah menurun karena muntah, Vatikan beri pengumuman ini

Akhirnya ditengok. Betapa terkejut istri Sudarso mendapati banyak cangkang rambutan. Setelah dikumpulkan, mencapai setengah karung.

“Pantesan di suatu malam istri saya menuturkan, mendengar sesuatu di pekarangan. Mungkin itu suara Chairil manjat pohon rambutan yang memang sedang berbuah lebat. Waktu saya tawari rambutan, dia hanya ngambil barang satu dua biji dari piring,” ucap Sudarso

“Saya taruh rambutan dengan piringnya di meja tamu, tak disentuh-sentuh. Rupanya malam-malam dia ngambil sendiri, manjat pohon sendiri. Bukan cuma sebiji dua biji, setengah karung. Apa gak sakit perutnya, ditawari makan selalu nolak, masa lebih banyak makan rambutan daripada makan nasi,” tambahnya sambil di selingi tawa kecil.

Perkara cangkang rambutan di kolong ranjang memang mengagetkan. Lalu esoknya ada tetangga Sudarso yang datang berkunjung, dan menanyakan, ke mana tamu Bapak yang kurus itu, tidak terlihat batang hidungnya.

Baca Juga: Dicap pelakor, Amanda Manopo ngamuk saat live di TikTok: Sekarang gue mau ngomong nih

“Oh itu penyair Chairil Anwar. Sudah pamitan pulang, memang ada apa?” tanya Sudarso kepada tetangga.

“Anu Pak, maaf ya, dia punya utang rokok tiga bungkus, dan cemilan,” kata tetangga yang memang punya warung.

“Aku ngerti sekarang, kalau saya amati, arah datang dan arah pergi Chairil itu berganti-ganti. Dia ngutang bukan hanya ke satu warung ternyata, ada dua warung, ya akulah yang kena getahnya, harus bayarin,” kata Sudarso, dipungkas dengan tawa renyah seorang kakek sepuh.

Doddi Ahmad Fauji, Editor Penerbit Situseni dan Penasehat Komunitas Pengajar Penulis Jawa Barat

Halaman:

Tags

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB