Baca Juga: Viral turis Malaysia dituduh tak bayar makan di Restoran Pagi Sore, ternyata sudah lunas Rp907 ribu
Bangun kesadaran risiko dan etika finansial
Melalui sesi diskusi interaktif, peserta didorong membangun pola pikir finansial yang sehat, disertai nilai etika, disiplin, dan integritas dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui program ini, kami ingin memperkuat peran generasi muda, khususnya siswa dan guru, agar semakin melek terhadap pengelolaan risiko dan keuangan," ujar Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji.
"Harapannya, akan terbentuk generasi yang memiliki pola pikir finansial yang bijak serta mampu mengambil keputusan keuangan secara bertanggung jawab di masa depan,” tambahnya.
tidak hanya dilihat dari aspek ekonomi, tetapi juga dari kontribusi terhadap lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
Edukasi keuangan menjadi bagian penting dalam membangun industri yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.
Melalui program ini, IFG berharap literasi keuangan dapat terus ditingkatkan secara konsisten sejak dini, sehingga mampu mencetak generasi muda yang cerdas finansial serta memiliki kesadaran terhadap risiko di masa depan.***
Artikel Terkait
Lima tahun berdiri, IFG Corporate University raih akreditasi global EFMD CLIP
Perkuat tata kelola, IFG dorong transformasi asuransi berbasis kepentingan nasabah
Transformasi digital IFG catat 500 ribu pengguna, One by IFG perluas akses layanan keuangan terintegrasi
Dukung peran pers, IFG gelar pameran foto jurnalistik nasional di Jakarta
Jamkrindo catat penjaminan Rp247 triliun, IFG dorong UMKM naik kelas berkelanjutan
IFG bangun IPAL di Bantul, dorong industri batik ramah lingkungan
Asuransi bukan investasi, IFG ingatkan pentingnya literasi keuangan bagi konsumen