Baca Juga: Kematian dr. Myta disorot, Kemenkes turunkan tim investigasi dan siapkan sanksi jika terbukti lalai
Sekolah dorong budaya peduli lingkungan
Kolaborasi ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Kepala SMA Negeri 3 Subang, Hj. Rika Rachmita Sujatma, menyampaikan bahwa perubahan mulai terlihat dari perilaku siswa.
“Mereka mulai memilah sampah bernilai sejak dari sumbernya, untuk kemudian disetorkan ke Bank Sampah KBS. Dari sinilah perubahan mulai terasa. Sampah tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi sebagai potensi yang memiliki nilai,” ujar Hj. Rika Rachmita Sujatma.
Ia juga berharap kerja sama ini tidak hanya berdampak pada kebersihan sekolah, tetapi juga membentuk budaya lingkungan yang berkelanjutan.
Baca Juga: SMSI: Pendirian perusahaan pers hak asasi, tak perlu verifikasi Dewan Pers
“Kami berharap kehadiran Bank Sampah KBS dapat membantu sekolah dalam mengedukasi seluruh warga sekolah tentang pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya," kata Rika.
"Tidak hanya sekadar memilah, tetapi juga membangun strategi bersama untuk menurunkan tumpukan sampah di TPS sekolah. Lebih dari itu, yang ingin kami wujudkan adalah semangat gerakan peduli lingkungan yang tumbuh dan menjadi budaya di sekolah ini,” tambahnya.***
Artikel Terkait
Pemprov Jabar kunci investasi Rp296,8 triliun, gaspol bereskan tambang ilegal dan sampah regional
Produksi sampah Subang tinggi, Ateng Sutisna dorong pengelolaan dimulai dari rumah tangga
Evi Nur’Afiah soroti penanganan sampah di Subang, DPRD siap dorong fasilitas pengelolaan di tingkat RW
Dari keresahan sampah Pasar Terminal, guru di Subang ini dirikan bank sampah dengan 150 nasabah
Sosok Tita Andriani: Bank Sampah jadi solusi sampah di Subang, terinspirasi kepedulian KDM
Sekolah di Subang ini lawan sampah dari hulu, bank sampah dan maggot jadi andalan
Evi Nur’Afiah dorong UMKM dan bank sampah di Dapil 1, solusi ekonomi dan sampah Subang