Banjir lumpuhkan aktivitas belajar, puluhan sekolah di Pantura terpaksa alihkan KBM ke daring

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Rabu, 28 Januari 2026 | 16:36 WIB
Banjir merendam bangunan SDN di Pamanukan, membuat aktivitas belajar siswa terganggu, Rabu 28 Januari 2026  (Dok. Istimewa)
Banjir merendam bangunan SDN di Pamanukan, membuat aktivitas belajar siswa terganggu, Rabu 28 Januari 2026 (Dok. Istimewa)

Baca Juga: Viral rekaman udara longsor Cisarua, tampakkan lereng perbukitan terbelah dan aliran material panjang

Beberapa sekolah yang terdampak di antaranya:

Wilayah Pamanukan

  • SDN Mulyasari
  • SDN Rahayu
  • SDN Pamanukan IV
  • SDN Pamanukan VII
  • SDIT Mishbaul Huda
  • SDN Palasari
  • SDN Pamanukan II
  • SDN Karyabakti
  • SDN Budi Utama
  • SDN Pamanukan Seberang I
  • SMPN 2 Pamanukan
  • SMK KCB

Baca Juga: Dua bulan berlalu, warga Pidie Jaya Aceh ungkap bertahan lapar dan haus selama banjir bandang

Wilayah Legonkulon

  • SDN Karangmulya
  • SDN Setia Karya
  • SDN Mitrakarya
  • SDN Wanajaya
  • SDN Waluya
  • SDN Legonkulon
  • SDN Mayangan
  • SDN Sakti Mulya
  • SDN Tegalsari
  • SDN Tegalurung
  • SDN Hegarsari

Baca Juga: Dua bulan pascabanjir, warga Aceh Tamiang masih krisis air bersih, harus jalan lebih dari 1 km

Wilayah Pusakanagara

  • SDN KH Dewantara
  • SDN Kotadari
  • SDN Santang

Wilayah Pusakajaya

  • SDN Fatahillah
  • SDN Bojongtengah
  • SDN Kebondanas
  • SDN Hegarmanah
  • SDIT Assuaibiyah

Sekolah mulai dibuka, tapi kehadiran siswa belum normal

Pada Rabu 28 Januari 2026, sejumlah sekolah di Kecamatan Pamanukan mulai kembali membuka kegiatan belajar di sekolah.

Baca Juga: Viral warga Kudus berangkat kerja naik perahu saat banjir, warganet nostalgia film Heart

Namun, kehadiran siswa belum maksimal karena banyak rumah warga masih tergenang air.

“Sebagian siswa belum bisa datang karena lingkungan rumahnya masih kebanjiran. Ada juga kelas yang sebelumnya sempat kemasukan air,” ujar praktisi pendidikan, Uung Mashuri.

Ia menambahkan, sekolah tetap mengombinasikan pembelajaran tatap muka dan daring agar hak belajar siswa tetap terpenuhi.

“Sekolah menggunakan grup WhatsApp untuk pembelajaran jarak jauh. Harapannya cuaca segera membaik agar kegiatan belajar bisa kembali normal,” pungkasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X