“Bentuknya asrama. Anak-anak akan berada di sekolah selama 24 jam,” ujar Rico.
Dalam sistem tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga pembinaan karakter secara intensif.
“Delapan jam mereka belajar seperti sekolah pada umumnya, lalu sisanya digunakan untuk pembentukan karakter,” katanya.
Rico menegaskan, tujuan akhir dari program ini adalah melahirkan generasi muda yang mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing.
“Anak-anak ini diharapkan menjadi agen perubahan yang bisa memutus rantai kemiskinan, dimulai dari keluarganya sendiri,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Menyoroti rencana Prabowo bangun 'Sekolah Rakyat', intip 3 fakta sejarah jenjang pendidikan di Indonesia dari SD hingga SMA
Konstruksi Sekolah Rakyat tahap 1C dimulai, target rampung akhir Agustus 2025
Kemensos siapkan ribuan laptop dan seragam untuk siswa sekolah rakyat, Saifullah Yusuf: Tidak ada kongkalikong
JPP Promedia bahas konsep self policing bersama Ketua DIKPI, dorong kesadaran masyarakat jadi polisi bagi diri sendiri
JPP Promedia bahas kerangka nasional bantuan kemanusiaan, soroti pentingnya koordinasi bencana dan peran alutsista militer
Forum JPP Promedia bahas penanganan bencana Sumatera, Anggota Task Force ISI soroti peran TNI
Forum JPP Promedia bahas peran TNI dalam banjir Sumatera, Anggota Task Force ISI tekankan batasan dan koordinasi BNPB