Baca Juga: Viral sinkhole di Sumbar, warga berebut air yang dipercaya berkhasiat meski berisiko
“Tempenya pahit, sayurnya busuk dan berlendir. Jadi saya ini tidak mengada-ada,” katanya.
Minta dapur MBG profesional dan bertanggung jawab
Tak hanya mempersoalkan kualitas makanan, Ida juga menyoroti profesionalitas dapur penyedia MBG. Ia meminta agar pengelola dapur benar-benar mempekerjakan tenaga yang kompeten.
“Cari pekerja yang betul-betul profesional. Kalau nggak bisa kerja, ganti pekerja. Jangan masukin barang busuk kayak gini,” ujarnya.
Ia pun secara terbuka meminta pertanggungjawaban pihak dapur MBG.
“Saya minta tolong yang punya dapur MBG temui saya,” tegasnya.
Singgung kompensasi dan dana MBG dari pusat
Dalam pernyataannya, Ida juga menyinggung persoalan kompensasi karena program MBG disebut sempat tidak berjalan selama beberapa pekan.
Menurut pengakuannya, dapur MBG tidak beroperasi karena belum menerima pembayaran dari pemerintah pusat.
“Tiga minggu kamu tidak beroperasional, kompensasi buat SD kami tidak ada, tanggapan juga tidak ada,” ungkapnya.
Baca Juga: Tali kapal sudah dilepas, pelayaran di Kupang ditunda karena tangis anak cari bapaknya
Ia menambahkan, pihak dapur berdalih anggaran MBG belum dicairkan.
“Mereka bilang dana dari pusat tidak turun, bahkan anggaran tiga minggu tidak mereka ambil,” sambungnya.
Artikel Terkait
Raker dengan DPR, BGN minta tambahan anggaran Rp28,63 triliun untuk program MBG hingga akhir 2025
10 Bulan berjalan, MBG sumbang 48 persen kasus keracunan pangan, Kepala BGN janji sinkronisasi data
Kepala BGN: MBG jadi investasi terbesar sambut Generasi Emas Indonesia 2045
Gibran promosikan MBG di G20 Johannesburg, sementara di dalam negeri kritik menu dan kelangkaan ahli gizi mencuat
Bos BGN hingga Wapres Gibran, klaim MBG sebagai program investasi SDM yang strategis
Wakil Kepala BGN tegaskan SPPG dilarang PHK relawan meski penerima manfaat MBG berkurang
Mobil MBG seruduk siswa SDN 01 Kalibaru Cilincing, 18 korban dilarikan ke RS saat kegiatan literasi pagi