GENMILENIAL.ID — Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menegaskan bahwa program digitalisasi pembelajaran yang tengah digulirkan pemerintah bukan sekadar proyek pengadaan perangkat teknologi seperti smartboard atau smart TV.
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kemenko PMK, Prof. Ojat Darojat, menilai masih banyak kesalahpahaman publik yang menganggap program digitalisasi hanya sebatas distribusi alat bantu belajar.
Padahal, kata dia, substansi utama program ini adalah membangun ekosistem pendidikan digital yang terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan.
Baca Juga: Teror bom di 3 sekolah internasional Tangsel–Jakut, polisi telusuri jejak digital nomor asal Nigeria
“Tujuan pemerintah bukan hanya mengirim barang ke sekolah-sekolah, tetapi membangun infrastruktur dan konten pembelajaran yang memungkinkan sekolah mengakses materi berkualitas, di mana pun mereka berada,” ujar Prof. Ojat saat ditemui tim Jaringan Promedia di kantor Kemenko PMK, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, pemerintah juga menyiapkan jaringan internet, pasokan daya listrik, hingga panel surya atau genset untuk sekolah-sekolah di daerah terpencil agar perangkat digital yang diberikan benar-benar dapat digunakan secara optimal.
“Banyak yang hanya melihat pemerintah membagi-bagi perangkat, padahal kami juga menyiapkan seluruh infrastruktur pendukungnya. Ini semua demi memastikan digitalisasi benar-benar berjalan,” tegasnya.
Baca Juga: Fokus ke daerah 3T, pemerintah ungkap alasan Sekolah Garuda prioritaskan wilayah luar Jawa
Fokus pada guru, konten, dan konektivitas
Program digitalisasi pembelajaran kini diarahkan untuk menjawab kebutuhan spesifik tiap sekolah berdasarkan kondisi lapangan.
- Sekolah dengan akses listrik dan internet memadai akan menerima paket perangkat dan konten belajar digital.
- Sekolah di wilayah tanpa listrik akan mendapat dukungan panel surya dan koneksi satelit.
Selain infrastruktur, Kemenko PMK juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru dan penguatan konten pembelajaran digital agar pemanfaatan teknologi tidak berhenti di formalitas.
Baca Juga: Skenario Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026: Antara jalan terjal dan asa yang tak pernah padam
“Kami ingin memastikan guru-guru juga dilatih agar bisa menggunakan teknologi ini dengan benar. Digitalisasi tanpa kesiapan manusia tidak akan efektif,” kata Prof. Ojat.
Peran media dalam meluruskan informasi
Artikel Terkait
Mendikdasmen janji perkuat pendidikan nasionalisme, jawab kritik Megawati soal anak muda kurang paham sejarah
Sekda Subang dorong kepala sekolah lepas dari beban administrasi, fokus tingkatkan mutu pendidikan
Anggaran pendidikan 2026 tembus Rp757,8 triliun, tertinggi sepanjang sejarah
Mahfud MD: Rektor kampus akui jarang bertemu Nadiem Makarim saat menjabat Mendikbud
Santri IIBS Bogor digembleng menulis, bekal ilmu dan dakwah ke tingkat global
Dari Subang, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi bicara generasi gelisah dan pentingnya kembali ke jati diri bangsa
Fokus ke daerah 3T, pemerintah ungkap alasan Sekolah Garuda prioritaskan wilayah luar Jawa