Biografi singkat kehidupan Remy Sylado, seorang sastrawan, sutradara, dan aktor legenda Indonesia

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Jumat, 14 April 2023 | 12:14 WIB
Remy Sylado  (Twitter )
Remy Sylado (Twitter )

GENMILENIAL.ID -  Remy Sylado adalah seorang sastrawan, dosen, novelis, penulis, penyanyi, aktor, dan mantan jurnalis Indonesia dari Minahasa, Sulawesi Utara.

Ia tergolong seniman serba bisa atau multi talenta mulai dari penulis buku drama, sutradara, aktor teater, pembuat film, sinetron, penyair, sastrawan hingga pelukis.

Remy Sylado lahir di Malino pada 12 Juli 1945 dan dikenal banyak orang. Nama lengkapnya Yusbal Anak Perang Immanuel Panda Abdiel Tambayong atau disingkat Japi Tambayong.

Ia lahir dari Johannes Hendrik Tambayong dan Juliana Panda. Ia menikah dengan seorang wanita bernama Maria Louise. Dalam pengakuannya, Maria jatuh cinta pada Remy pada pandangan pertama karena penampilan Remy. 

Baca Juga: Memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadhan, lakukan 5 amalan ini untuk mendapat keutamaan Lailatul Qadar

Remy menghabiskan masa kecil dan remaja di Semarang dan Solo. Sejak kecil ia sudah banyak bertanya hal tentang agama. Latar belakang agamanya yang kuat mendorong orang tua Remy untuk menyekolahkannya di seminari.

Nama Remy Sylado lahir karena Japi mendirikan grup musik bernama Remy Sylado Company semasa SMA di Semarang. 

Itulah awal penggunaan nama Remy Sylado. Selain itu, jika diperhatikan dengan seksama, nama tersebut juga diambil dari chord pertama lirik lagu The Beatles "All My Loving". Simbol 2-3-7-6-1 adalah notasi re-mi-si-la-do.

Remy Sylado adalah tokoh yang memulai puisi Mbeling sekitar tahun 1972, ketika Orde Baru diekspresikan dengan suasana feodal dan munafik.

Jika menilik kisahnya, puisi Mbeling adalah nama kolom yang disebutkan di majalah Aktuil.

Tujuan dari penyajian rubrik tersebut adalah untuk mewadahi kreativitas anak muda. Mbeling berasal dari bahasa Jawa dan berarti "mengesankan, sulit diatur, memberontak".

Di usianya yang tak lagi muda, semangat dan produktivitas Remy terus membara untuk berkreasi. Ia masih menulis buku, mengisi ruang pertemuan ilmiah, berpidato budaya dan melakukan kegiatan produktif lainnya.

Baca Juga: Jelang Idul Fitri, Polres Subang tangkap 18 orang penyalahgunaan narkotika dan musnahkan ribuan botol miras

Wajar jika Remy dikenal sangat produktif dalam berkarya. Hal ini karena minatnya terhadap buku dan membaca sudah terlihat sejak kecil.

Ia suka mengunjungi Pasar Buku dan Pasar Johar untuk mencari komik-komik kuno Amerika dan literatur lainnya. Remy masih mempraktekkan kebiasaan mencari buku.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Sumber: Berbagai sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X