Bumi Manusia: Ketika pena menjadi senjata melawan penjajahan

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 3 Mei 2025 | 23:01 WIB
Novel Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer (Instagram.com/@nazila.rizki)
Novel Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer (Instagram.com/@nazila.rizki)

Dalam Bumi Manusia, kita tidak hanya membaca tentang kolonialisme, tapi juga melihat bagaimana sebuah bangsa dibentuk oleh individu-individu yang berani bertanya, "Kenapa aku dijajah? Kenapa aku dianggap rendah?"

Refleksi untuk zaman kini

Meski ditulis dari balik jeruji dan bertahun-tahun lalu, Bumi Manusia tetap relevan.

Di tengah zaman digital yang penuh kebisingan, kisah Minke mengingatkan kita bahwa gagasan masih lebih tajam dari algoritma.

Baca Juga: Respon KPK terkait dukungan RUU Perampasan Aset dari Presiden Prabowo saat pidato Hari Buruh: Agar pemberantasan korupsi lebih efektif

Bahwa kebebasan berpikir tidak bisa dibungkam, dan bahwa pendidikan adalah kunci kemerdekaan sejati.

Meski ditulis dari balik jeruji dan bertahun-tahun lalu, Bumi Manusia tetap relevan.

Di tengah zaman digital yang penuh kebisingan, kisah Minke mengingatkan kita bahwa gagasan masih lebih tajam dari algoritma.

Bahwa kebebasan berpikir tidak bisa dibungkam, dan bahwa pendidikan adalah kunci kemerdekaan sejati.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X