Menyelami pemikiran Soe Hok Gie: Inspirasi abadi untuk pemuda masa kini

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 26 April 2025 | 22:44 WIB
Buku Soe Hok Gie (Instagram / bysoehokgie)
Buku Soe Hok Gie (Instagram / bysoehokgie)

 

GENMILENIAL.ID - Nama Soe Hok Gie mungkin tidak asing di telinga sebagian anak muda yang akrab dengan dunia aktivisme.

Ia adalah potret idealisme yang jernih, yang hidupnya singkat namun penuh makna.

Aktivis, penulis, sekaligus penyair ini dikenal karena keberaniannya menyuarakan kebenaran di tengah kekacauan politik Indonesia pada 1960-an.

Dalam buku terkenalnya, Catatan Seorang Demonstran, Gie menuliskan keresahan-keresahan tentang ketidakadilan, korupsi, hingga kemunafikan politik.

Baca Juga: Setelah hapus ucapan duka, Israel tegas tidak mengirim pejabat senior ke pemakaman Paus Fransiskus, buntut kecewa dukungan pada Palestina?

Ia meyakini bahwa pemuda harus berdiri di garis depan perubahan, bukan sekadar menjadi penonton.

“Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan.”
– Soe Hok Gie

Kalimat ini, yang terus dikutip lintas generasi, terasa semakin relevan di tengah dunia hari ini — ketika godaan pragmatisme begitu kuat, dan keberanian bersikap menjadi barang mahal.

Gagasan-gagasan kunci Soe Hok Gie

Soe Hok Gie membawa tiga nilai utama yang patut direnungkan pemuda masa kini:

Baca Juga: Disorot karena nunggak pajak, mobil Dedi Mulyadi tiba-tiba berubah plat Jawa Barat

1. Kebebasan berpikir

Gie percaya bahwa kemerdekaan intelektual adalah fondasi perjuangan.

Pemuda tidak boleh tunduk pada dogma tanpa nalar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X