HOS Tjokroaminoto: Guru bangsa yang menyalakan api perjuangan

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 29 April 2025 | 17:36 WIB
HOS Tjokroaminoto bersama para anggota Sarekat Islam (Instagram.com/@hos_tjokroaminoto)
HOS Tjokroaminoto bersama para anggota Sarekat Islam (Instagram.com/@hos_tjokroaminoto)

GENMILENIAL.ID - Di balik merdekanya Indonesia, ada nama-nama besar yang bekerja dalam diam, berjuang dengan gagasan, bukan hanya dengan senjata.

Salah satu di antara mereka adalah Haji Oemar Said Tjokroaminoto, sosok visioner yang mengajarkan bahwa kemerdekaan sejati bermula dari kesadaran, pendidikan, dan persatuan.

Lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 16 Juni 1882, Tjokroaminoto tumbuh dari lingkungan bangsawan priyayi, namun hatinya berpihak pada rakyat kecil.

Baca Juga: Abdee Negara ungkap pesan Bunda Iffet pada Slank yang sering rilis lagu untuk mengkritik pemerintah: Jangan terlalu keras

Ia bukan tipe pemimpin yang mengandalkan garis keturunan. Baginya, kehormatan sejati datang dari perjuangan nyata untuk membebaskan bangsanya dari penjajahan.

Pemimpin Sarekat Islam: Membangun kesadaran kolektif

Tjokroaminoto menemukan jalannya lewat Sarekat Islam (SI), sebuah organisasi rakyat yang awalnya berfokus pada persoalan ekonomi, lalu berkembang menjadi gerakan nasionalis terbesar di awal abad ke-20.

Di bawah kepemimpinannya, SI bukan hanya bicara soal harga pasar atau perlindungan pedagang pribumi, tetapi juga tentang harga diri bangsa yang direndahkan kolonialisme.

Baca Juga: Kritik pedas pengamat ekonomi soal menteri RI sebut MBG lebih penting ketimbang lapangan kerja

Dengan orasi-orasinya yang membakar semangat, ia mengubah SI menjadi wadah perlawanan terhadap ketidakadilan.

Ia mengajarkan pentingnya persatuan lintas etnis, agama, dan latar belakang sosial demi satu tujuan: Indonesia merdeka.

Guru besar para pemimpin

Salah satu bukti nyata kebesaran Tjokroaminoto adalah bagaimana ia melahirkan generasi pejuang baru.

Rumahnya di Surabaya menjadi 'sekolah politik' bagi anak-anak muda cerdas, termasuk Soekarno muda, yang kelak menggenggam kemudi Republik Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X