GENMILENIAL.ID - Di balik merdekanya Indonesia, ada nama-nama besar yang bekerja dalam diam, berjuang dengan gagasan, bukan hanya dengan senjata.
Salah satu di antara mereka adalah Haji Oemar Said Tjokroaminoto, sosok visioner yang mengajarkan bahwa kemerdekaan sejati bermula dari kesadaran, pendidikan, dan persatuan.
Lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 16 Juni 1882, Tjokroaminoto tumbuh dari lingkungan bangsawan priyayi, namun hatinya berpihak pada rakyat kecil.
Ia bukan tipe pemimpin yang mengandalkan garis keturunan. Baginya, kehormatan sejati datang dari perjuangan nyata untuk membebaskan bangsanya dari penjajahan.
Pemimpin Sarekat Islam: Membangun kesadaran kolektif
Tjokroaminoto menemukan jalannya lewat Sarekat Islam (SI), sebuah organisasi rakyat yang awalnya berfokus pada persoalan ekonomi, lalu berkembang menjadi gerakan nasionalis terbesar di awal abad ke-20.
Di bawah kepemimpinannya, SI bukan hanya bicara soal harga pasar atau perlindungan pedagang pribumi, tetapi juga tentang harga diri bangsa yang direndahkan kolonialisme.
Baca Juga: Kritik pedas pengamat ekonomi soal menteri RI sebut MBG lebih penting ketimbang lapangan kerja
Dengan orasi-orasinya yang membakar semangat, ia mengubah SI menjadi wadah perlawanan terhadap ketidakadilan.
Ia mengajarkan pentingnya persatuan lintas etnis, agama, dan latar belakang sosial demi satu tujuan: Indonesia merdeka.
Guru besar para pemimpin
Salah satu bukti nyata kebesaran Tjokroaminoto adalah bagaimana ia melahirkan generasi pejuang baru.
Rumahnya di Surabaya menjadi 'sekolah politik' bagi anak-anak muda cerdas, termasuk Soekarno muda, yang kelak menggenggam kemudi Republik Indonesia.
Artikel Terkait
Sinopsis buku Soe Hok Gie 'Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan'
Sinopsis buku 'Di Bawah Lentera Merah' karya Soe Hok Gie
Sinopsis novel 'Sang Tokoh' karya Wina Armada Sukardi
Puisi-puisi pilihan Soe Hok Gie: Suara sunyi yang tak pernah padam
Soe Hok Gie: 7 Kutipan yang harus diingat pemuda hari ini
Soe Hok Gie dan relevansi gerakan mahasiswa hari ini
Menjadi manusia Indonesia dalam pandangan Pramoedya Ananta Toer